Pembangunan pusat pelatihan (training center) Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki babak baru sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat, 22 September. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 34,5 hektar ini menjadi langkah penting bagi kemajuan infrastruktur sepak bola nasional. Konstruksi fisik untuk proyek nasional ini secara resmi dimulai pada tahun 2024 dengan dukungan penuh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Proyek strategis ini didanai melalui kolaborasi erat antara anggaran negara dan bantuan internasional. Untuk pembebasan lahan, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp 90 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, pemerintah Indonesia juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 95 miliar untuk mendukung proyek pusat pelatihan ini. Pendanaan ini diperkuat oleh hibah dari program FIFA Forward sebesar USD 1,25 juta atau sekitar Rp 20,3 miliar, serta bantuan dana awal dari FIFA senilai Rp 85,6 miliar khusus untuk pembangunan fase pertama.
Dana bantuan awal dari FIFA tersebut dialokasikan untuk pembangunan fase pertama yang mencakup dua lapangan latihan, fasilitas penginapan untuk para pemain dan pelatih, serta ruang ganti. Secara keseluruhan, pusat pelatihan modern ini dirancang untuk memiliki delapan lapangan. Fasilitas tersebut terdiri atas lima lapangan sepak bola standar, satu lapangan futsal, satu lapangan indoor, dan satu lapangan sepak bola pantai. Kompleks ini juga dilengkapi dengan beberapa lapangan latihan berumput natural dan hybrid, serta sebuah stadion mini yang dapat digunakan untuk uji coba maupun latihan resmi.
Perkembangan Terbaru Proses Naturalisasi Kevin Diks untuk Skuad Timnas Indonesia

Tidak hanya menyediakan lapangan berkualitas, kompleks pusat pelatihan nasional ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas sains olahraga untuk menunjang performa para atlet secara maksimal. Di dalam kompleks ini akan dibangun pusat sports science yang mencakup laboratorium performa atlet, gym berstandar high performance, serta pusat rehabilitasi cedera. Fasilitas modern ini diharapkan dapat membantu pemulihan dan peningkatan performa fisik skuad Garuda secara optimal.
Keberhasilan proyek ini mendapatkan apresiasi tinggi di tingkat internasional. PSSI berhasil meraih penghargaan kategori Gold dari ajang FIFA Forward Awards for Asian Member Associations. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Presiden FIFA Gianni Infantino kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam acara FIFA Executive Football Summit 2025 di Miami, Amerika Serikat, pada Minggu, 15 Juni. Erick Thohir menerima Penghargaan Emas FIFA Forward pertama di kawasan Asia pada kesempatan tersebut dan menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan resmi pertama dari FIFA kepada PSSI atas keberhasilan menjalankan proyek National Training Center di IKN.
Proses Naturalisasi Kevin Diks, Target PSSI dan Rekam Jejak Sang Bek FC Copenhagen

Selain penyerahan penghargaan, apresiasi terhadap perkembangan sepak bola Indonesia juga disampaikan oleh Gianni Infantino melalui media sosial. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis, 12 Maret 2026, Infantino menuliskan bahwa Indonesia sebagai negara pecinta sepak bola telah menjadi penerima manfaat luar biasa dari program FIFA Forward. Ia juga menyinggung partisipasi Indonesia dalam ajang Piala Dunia U-17 FIFA sebagai salah satu bukti nyata dari kemajuan sepak bola tanah air.






