Selama ini, panggung politik sering kali dicitrakan sebagai arena yang kaku, keras, dan didominasi oleh kaum pria. Pandangan skeptis ini kerap membuat sebagian besar perempuan merasa berjarak dengan dunia pembuatan kebijakan. Namun, sebuah gerakan penyadaran kini tengah didorong oleh Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI). Sayap organisasi Partai Demokrat ini berupaya meruntuhkan tembok pembatas tersebut dengan menegaskan bahwa urusan politik sesungguhnya sangat dekat dengan keseharian perempuan, mulai dari urusan domestik hingga masa depan anak-anak.
Kepala Bidang Komunikasi PDRI, Metty Yan Harahap, mengajak seluruh elemen perempuan Indonesia lintas generasi untuk mengubah cara pandang mereka terhadap politik. Menurutnya, politik tidak boleh lagi dianggap sebagai hal yang tabu atau asing. Sebaliknya, setiap kebijakan yang lahir dari proses politik akan berdampak langsung pada kualitas hidup keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan aktif perempuan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk memastikan arah pembangunan bangsa berjalan ke arah yang lebih adil.








