Tragedi berdarah pada 27 Juli 1996, yang karib dikenal sebagai peristiwa Kudatuli, kembali ditempatkan di bawah sorot lampu keadilan sebagai utang sejarah yang belum terlunasi oleh negara. Puluhan tahun telah berlalu sejak penyerangan brutal terhadap Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, namun tabir misteri mengenai aktor intelektual di balik peristiwa tersebut belum juga tersingkap sepenuhnya. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kini menyuarakan kembali desakan kuat agar pemerintah tidak membiarkan kasus ini menguap begitu saja dalam ingatan kolektif bangsa.
Tuntutan tersebut disuarakan secara lantang oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto








