Bagaimana cara sebuah negara dengan populasi raksasa memenuhi kebutuhan listrik jutaan warganya sekaligus menekan emisi karbon secara drastis? Pertanyaan ini terus menjadi tantangan besar bagi banyak negara di dunia saat ini. Bagi China, jawabannya terletak pada percepatan pembangunan infrastruktur energi bersih, khususnya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) generasi terbaru. Bukti teranyar dari keseriusan ini baru saja terlihat di wilayah selatan negara tersebut, tepatnya di Provinsi Guangdong.
Pemerintah China secara resmi mengumumkan bahwa unit kedua dari PLTN Taipingling yang berlokasi di Kabupaten Huidong, Kota Huizhou, telah memulai operasi komersialnya pada hari Senin. Pengoperasian unit kedua ini bukan sekadar penambahan kapasitas listrik biasa, melainkan sebuah tonggak penting yang menandai rampungnya fase pertama dari proyek raksasa tersebut secara penuh. Sebelumnya, unit pertama dari PLTN Taipingling telah beroperasi terlebih dahulu untuk memasok listrik sejak April 2026.








