apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Teknologi

Nuklir China Makin Perkasa, Ini Bukti Barunya

Togar PanjaitanDiterbitkan 5 Agu 2026 - 18.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Nuklir China Makin Perkasa, Ini Bukti Barunya
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Bagaimana cara sebuah negara dengan populasi raksasa memenuhi kebutuhan listrik jutaan warganya sekaligus menekan emisi karbon secara drastis? Pertanyaan ini terus menjadi tantangan besar bagi banyak negara di dunia saat ini. Bagi China, jawabannya terletak pada percepatan pembangunan infrastruktur energi bersih, khususnya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) generasi terbaru. Bukti teranyar dari keseriusan ini baru saja terlihat di wilayah selatan negara tersebut, tepatnya di Provinsi Guangdong.

Pemerintah China secara resmi mengumumkan bahwa unit kedua dari PLTN Taipingling yang berlokasi di Kabupaten Huidong, Kota Huizhou, telah memulai operasi komersialnya pada hari Senin. Pengoperasian unit kedua ini bukan sekadar penambahan kapasitas listrik biasa, melainkan sebuah tonggak penting yang menandai rampungnya fase pertama dari proyek raksasa tersebut secara penuh. Sebelumnya, unit pertama dari PLTN Taipingling telah beroperasi terlebih dahulu untuk memasok listrik sejak April 2026.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Keberadaan PLTN Taipingling menarik perhatian industri energi global karena teknologi mutakhir yang diterapkannya. Pembangkit ini mengadopsi Hualong One, sebuah reaktor nuklir generasi ketiga yang dikembangkan secara mandiri oleh China tanpa ketergantungan teknologi luar. Langkah ini sekaligus menobatkan PLTN Taipingling sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau yang menggunakan teknologi Hualong One. CGN Huizhou Nuclear Power Co., Ltd., perusahaan yang dipimpin oleh Zhang Guoqiang selaku ketua, bertanggung jawab penuh atas pengelolaan proyek strategis ini.

Baca Juga

Skandal Korupsi Besar di Laos, Mengapa 10 Pejabat Negara Divonis Hukuman Seumur Hidup?

Skandal Korupsi Besar di Laos, Mengapa 10 Pejabat Negara Divonis Hukuman Seumur Hidup?

Dengan selesainya fase pertama yang mencakup dua unit reaktor tersebut, dampak nyata terhadap pasokan daya listrik dan upaya pelestarian lingkungan kini mulai berjalan secara optimal. Kedua unit pada fase pertama ini diperkirakan mampu memproduksi lebih dari 18 miliar kilowatt-jam listrik setiap tahunnya. Jumlah produksi daya yang sangat besar ini dinilai cukup untuk menopang kebutuhan listrik harian bagi hampir 2 juta penduduk di wilayah sekitarnya.

Selain menyuplai listrik dalam skala besar untuk masyarakat dan industri, pengoperasian fase pertama PLTN Taipingling juga membawa dampak positif yang signifikan bagi lingkungan hidup. Kehadiran pembangkit ini diperkirakan mampu memangkas emisi karbon dioksida hingga 16,63 juta ton per tahun. Pengurangan emisi dalam jumlah masif ini menjadi kontribusi nyata dalam upaya mitigasi perubahan iklim global. Namun, proyek ini tidak berhenti sampai di sini saja karena pada masa mendatang PLTN Taipingling direncanakan akan memiliki total enam unit reaktor yang beroperasi secara penuh.

Langkah ekspansif di Guangdong ini merupakan bagian dari peta jalan besar China untuk mencapai target "karbon ganda" yang telah mereka tetapkan. Target ambisius tersebut mewajibkan China untuk mencapai puncak emisi karbon sebelum tahun 2030 dan mewujudkan netralitas karbon sepenuhnya sebelum tahun 2060. Untuk mendukung komitmen jangka panjang tersebut, Pemerintah China menargetkan terbentuknya sistem energi baru yang bersih, rendah karbon, aman, dan efisien pada tahun 2030.

Baca Juga

Kepercayaan Publik pada Ekonomi AS Ambruk, Trump Kehilangan Senjata Andalan

Kepercayaan Publik pada Ekonomi AS Ambruk, Trump Kehilangan Senjata Andalan

Dalam skenario transisi energi ini, tenaga nuklir memegang peranan yang sangat vital untuk menggantikan sumber energi fosil. Kapasitas pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di China diharapkan dapat menyentuh angka sekitar 110 gigawatt pada tahun 2030. Data menunjukkan bahwa hingga akhir tahun 2025, China telah mengantongi 112 unit pembangkit nuklir, baik yang sudah beroperasi, sedang dalam tahap konstruksi, maupun yang telah mendapatkan persetujuan resmi untuk dibangun.

Tren pertumbuhan ini diproyeksikan akan terus melesat dalam beberapa tahun ke depan. Selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 yang berlangsung dari tahun 2026 hingga 2030, jumlah reaktor nuklir yang beroperasi secara komersial di China diperkirakan akan menembus angka 100 unit. Dengan konsistensi pembangunan infrastruktur seperti PLTN Taipingling, China terus memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan utama dalam pengembangan energi nuklir dunia, sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi domestik dapat digunakan untuk menjawab tantangan energi masa depan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ChinaEnergi NuklirHualong OnePLTN Taipingling

Berita Terbaru Lainnya

Pemulihan SMPN 2 Aceh Tamiang Rampung, Wajah Baru Sekolah Dorong Semangat Belajar SiswaLangkah Pegadaian Mendorong Keuangan Inklusif Lewat Penghargaan ESG 2026Sumatera Utara Bersiap Jadi Pusat Mode Nasional Lewat Wastra TradisionalKomisi III DPR Tegaskan Belum Ada Surat Presiden Terkait Pergantian KapolriOperasi SAR KMP Mutiara Sentosa II Ditutup, KNKT Usut Penyebab KebakaranPenemuan Mayat Tanpa Kaki di Pancoran Mas Depok, Sempat Dikira Sampah dan Dibakar WargaSkandal Korupsi Besar di Laos, Mengapa 10 Pejabat Negara Divonis Hukuman Seumur Hidup?Kepercayaan Publik pada Ekonomi AS Ambruk, Trump Kehilangan Senjata Andalan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap