apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Teknologi

Nostalgia Puncak Gunung Merapi Sebelum Erupsi Mengubah Wajahnya

Agus CahyonoDiterbitkan 28 Jul 2026 - 11.55 路 3 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Nostalgia Puncak Gunung Merapi Sebelum Erupsi Mengubah Wajahnya
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Jejaring media sosial belakangan ini diramaikan oleh gelombang nostalgia para pendaki gunung yang membagikan potret lawas puncak Gunung Merapi. Foto-foto yang diambil sebelum tahun 2006 tersebut memperlihatkan pemandangan yang kini mustahil untuk disaksikan kembali. Bagi generasi pendaki masa lalu, puncak salah satu gunung paling aktif di Indonesia ini menyimpan memori tentang lanskap yang ramah, jauh berbeda dengan kondisinya saat ini yang terus bergolak.

Dalam dokumentasi lawas yang beredar, tampak kawah mati Gunung Merapi yang luas dan relatif aman untuk dijelajahi. Pada masa itu, para pendaki bahkan bisa turun ke dasar kawah, menyusun batu-batu hingga membentuk tulisan, atau sekadar bermain sepak bola di sana. Puncak Garuda yang legendaris dan menjulang gagah juga menjadi latar belakang favorit untuk berfoto, sebuah ikon kegagahan Merapi yang kini tinggal sejarah setelah runtuh akibat rentetan aktivitas vulkanik hebat.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, membenarkan bahwa foto-foto yang viral tersebut merupakan wajah asli puncak Merapi di masa lampau. Ia menjelaskan bahwa sebelum tahun 2006, karakter puncak Merapi memang cenderung runcing dengan keberadaan Puncak Garuda yang ikonik. Namun, perubahan drastis mulai terjadi pasca-erupsi tahun 2006 dan puncaknya pada letusan dahsyat tahun 2010 yang meruntuhkan Puncak Garuda serta membentuk kawah baru yang aktif hingga sekarang.

Baca Juga

Bakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan Sitaro

Bakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan Sitaro

Wajah ramah Merapi kini telah sepenuhnya berubah menjadi zona bahaya yang sangat dinamis. BPPTKG menegaskan bahwa saat ini Gunung Merapi berada pada status Level III atau Siaga, yang berarti aktivitas pendakian hingga ke puncak sangat dilarang. Kawasan puncak kini dikategorikan sebagai zona merah karena potensi letusan eksplosif yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan dini, membahayakan siapa saja yang nekat mendekat.

Ancaman bahaya saat ini mengintai beberapa sektor utama di sekeliling lereng Merapi. Untuk sektor selatan hingga barat daya, luncuran lava pijar dan awan panas guguran berpotensi mengalir ke Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga jarak 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, aliran material vulkanik mengancam wilayah Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Jika terjadi erupsi eksplosif, lontaran material padat bahkan bisa menjangkau radius 3 kilometer dari pusat kawah.

Baca Juga

Indosat, Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA Berkolaborasi Luncurkan Zankore untuk Bangun Infrastruktur AI

Indosat, Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA Berkolaborasi Luncurkan Zankore untuk Bangun Infrastruktur AI

Nostalgia foto-foto lawas ini menjadi pengingat kuat akan kekuatan alam yang terus mengubah bentang bumi. Merapi yang dahulu sempat menjadi tempat bermain di ketinggian bagi para pencinta alam kini telah kembali ke jati dirinya sebagai laboratorium geologi yang aktif dan berbahaya. Lembaran foto kusam tersebut kini hanya menjadi saksi bisu bahwa keindahan puncak Merapi yang dulu pernah diinjak manusia kini telah terkubur di bawah tumpukan material vulkanik baru.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Gunung MerapiPendaki GunungBPPTKGErupsi MerapiPuncak GarudaVulkanologi

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap