Hari Minggu sore yang biasanya tenang di kawasan bantaran sungai Kelurahan Tangsi tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Warga Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, dikejutkan oleh sebuah temuan yang memilukan sekaligus memicu kemarahan publik. Sebuah jasad bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan terbujur kaku di tengah tumpukan sampah. Peristiwa yang terjadi pada akhir pekan tersebut langsung menyebar cepat dan memicu keprihatinan mendalam dari masyarakat setempat yang tidak menyangka daerah mereka menjadi lokasi pembuangan anak.
Penemuan tragis ini bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika salah seorang warga sedang beraktivitas di sekitar area pembuangan sampah di pinggir sungai. Bau menyengat dan kecurigaan terhadap sebuah bungkusan menuntun saksi mata pada pemandangan yang menyayat hati. Menyadari bahwa objek yang ditemukannya adalah sesosok jasad bayi yang sudah tidak bernyawa, saksi tersebut segera berteriak meminta pertolongan. Dalam sekejap, puluhan warga berkumpul di lokasi kejadian sebelum akhirnya memutuskan untuk melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian terdekat.
Ada 64 Hotspot Karhutla di Sumut, Paling Banyak di Karo

Pihak Kepolisian Resor Binjai yang menerima laporan dari masyarakat bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara. Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hotdiatur Apri Wandi Purba, memimpin langsung personelnya untuk melakukan olah TKP awal dan mengamankan area sekitar pembuangan sampah. Kehadiran petugas kepolisian sempat menarik perhatian massa yang ingin melihat lebih dekat proses penanganan kasus yang menggegerkan wilayah Sumatera Utara ini. Polisi segera memasang garis pembatas guna menjaga keaslian tempat kejadian demi kelancaran penyelidikan.
Hingga saat ini, identitas dari bayi malang tersebut masih diselimuti misteri. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa tidak ada dokumen pendukung atau petunjuk langsung di sekitar lokasi yang dapat mengungkap siapa orang tua atau kerabat dari sang bayi. Oleh karena itu, dalam catatan kepolisian, jasad bayi laki-laki tersebut sementara waktu dikategorikan sebagai Mr X. AKP Hotdiatur menegaskan bahwa penyelidikan intensif sedang dilakukan untuk melacak siapa yang tega membuang bayi tersebut di tempat yang sangat tidak layak.
Kisah Amir, Napi Kasus TPPO yang Pelopori Lahirnya Kopi Kemasan Paskopi di Lapas Garut

Setelah proses olah tempat kejadian perkara selesai dilakukan, petugas segera mengevakuasi jasad korban. Bayi malang tersebut dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani prosedur identifikasi medis dan autopsi lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Langkah ini diharapkan dapat memberikan petunjuk penting bagi penyidik Polres Binjai dalam mengungkap tabir di balik kasus pembuangan bayi ini, sekaligus memberikan keadilan bagi jiwa yang belum sempat tumbuh tersebut.






