Mata para penggila voli Asia Tenggara tertuju ke Jakarta International Velodrome pada Minggu (26/7/2026). Meski tiket final sudah lepas dari genggaman tuan rumah, hari ini tim putra Indonesia tetap akan bertarung sekuat tenaga melawan Kamboja dalam perebutan tempat ketiga SEA V-Cup 2026 Putra leg 2. Laga ini bukan sekadar laga hiburan; kemenangan sangat krusial untuk menyelamatkan posisi Garuda di papan peringkat Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) yang bakal tergerus setelah kekalahan mengejutkan di semifinal.
Kekalahan dari Vietnam di babak empat besar telah menampar ekspektasi publik. Kini, Farhan Halim dan kawan-kawan harus segera menata mental. Mereka akan kembali berhadapan dengan Kamboja, tim yang musim ini menjadi rival sekaligus momok tersendiri. Dalam tiga bentrokan sebelumnya di ajang yang sama, Indonesia masih unggul 2-1. Namun, satu-satunya kekalahan itu terjadi di panggung paling menyakitkan: final leg pertama di Filipina. Kenangan buruk itu bisa menjadi api balas dendam, sekaligus pengingat bahwa Kamboja bukan lawan yang bisa diremehkan.
Debut Manis Iraola, Liverpool Gilas Sunderland 4-2 di Tengah Pusaran Strategi Transfer

Di kubu lain, final SEA V-Cup 2026 Putra leg 2 menyuguhkan duel panas antara Thailand dan Vietnam, dua tim yang sebelumnya sempat dua kali bertemu di fase grup dengan keunggulan mutlak Thailand. The Thunderbolts datang ke partai puncak dengan modal percaya diri tinggi setelah membungkam juara leg 1, Kamboja, dalam tiga set langsung. Akan tetapi, Vietnam tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Sebelumnya bukan unggulan utama, mereka menciptakan kejutan terbesar turnamen dengan menumbangkan Indonesia yang bermain di depan pendukung sendiri. Laga Thailand versus Vietnam pun menjamin gelar juara disegel oleh tim yang berbeda dari dua leg yang digelar — sebuah anomali yang membuat edisi tahun ini begitu istimewa.
Bagi keempat tim, setiap laga berlapis kepentingan. Selain medali, SEA V-Cup mengantongi bobot poin resmi dalam kalkulasi FIVB World Ranking. Indonesia yang semula berambisi meraih podium tertinggi untuk mendongkrak peringkat global, kini harus puas memburu kemenangan di laga hiburan. Sementara bagi Thailand dan Vietnam, partai puncak bukan hanya perebutan trofi leg 2, melainkan juga tambahan angka berharga yang bisa mengubah lanskap persaingan voli Asia Tenggara di pentas dunia.
Debut Berharga Camarda Muda, Penyelamat Muka Milan di Tengah Tuntutan Taktik Baru Amorim

Seluruh drama hari ini terpusat di Jakarta International Velodrome, Rawamangun. Gelaran dibuka pukul 15.00 WIB oleh duel Indonesia melawan Kamboja, dilanjutkan final antara Thailand dan Vietnam pada pukul 19.00 WIB. Masyarakat yang tidak bisa hadir langsung masih dapat menyaksikan siaran televisi Moji TV dan live streaming Vidio. Harap dicatat bahwa jadwal dan saluran siar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pemegang hak siar.






