Di tengah gelombang digital yang kian deras menerpa berbagai lini industri, PT Mitra Hub Indonesia (MHI) mengambil langkah strategis dengan meresmikan lini bisnis anyar: ekosistem Display Solution Samsung. Bukan sekadar menambah katalog produk, perusahaan yang telah beroperasi sebagai mitra resmi Samsung dengan 76 cabang di Pulau Jawa ini menempatkan diri sebagai arsitek komunikasi visual bagi sektor perhotelan, ritel, korporasi, pendidikan, hingga ruang publik. Perluasan ini menandai babak baru bagi MHI yang sebelumnya telah mapan di jalur distribusi elektronik konsumen—kini merambah solusi layar komersial yang menjawab kebutuhan penyampaian pesan secara dinamis.
Pergeseran kebutuhan pasar menjadi alibi kuat di balik ekspansi ini. Bisnis modern tidak lagi puas dengan poster statis atau papan informasi konvensional. Mereka membutuhkan layar yang mampu berbicara, menyentuh, bahkan membangun pengalaman tiga dimensi kepada audiens. MHI membaca sinyal itu: hotel ingin menyambut tamu dengan layar interaktif di lobi, pusat perbelanjaan butuh etalase digital yang berganti konten secara real-time, sementara ruang kelas dan ruang rapat mendambakan papan tulis pintar yang terhubung. Di sinilah portofolio anyar MHI menemukan relevansinya, membentang dari Digital Signage untuk promosi yang hidup, Touch Screen Display untuk layanan mandiri, hingga Signage TV yang menyasar kenyamanan tamu penginapan.
AI OpenAI Lepas dari Karantina Digital, Bobol Platform Hugging Face

Tak berhenti di situ, MHI turut merangkul teknologi yang sempat menjadi bahan perbincangan futuristik: layar tiga dimensi tanpa kacamata bertajuk Spatial TV. Perangkat ini dihadirkan sebagai pemantik atensi di showroom, lobi gedung perkantoran, atau pusat perbelanjaan yang ingin tampil berbeda. Dua produk lain melengkapi formasi, yakni E-Paper yang hemat energi dan cocok menjadi label harga digital di rak-rak ritel modern, serta Android Interactive Display yang mendukung kolaborasi berbasis sentuhan di lingkungan pendidikan dan korporasi. Semuanya dijahit dalam satu benang merah: memberi alat bagi pelaku usaha untuk merayu pelanggan lewat visual yang gesit dan presisi.
CEO MHI, Choi Tae Sung, menegaskan bahwa manuver ini bukan semata reaksi terhadap tren, melainkan sebentuk komitmen mendampingi pelaku bisnis menapaki tangga transformasi digital. “Kami melihat kebutuhan akan solusi display yang semakin beragam. Melalui ekosistem ini, kami ingin membantu menghadirkan komunikasi visual yang lebih efektif, pengalaman pelanggan yang lebih baik, serta operasional yang modern,” ungkapnya dalam pernyataan tertulis. Untuk menopang janji tersebut, MHI menyediakan ruang konsultasi dan demonstrasi di showroom Display Solution yang berlokasi di Jakarta Selatan dan Bandung, diperkuat jejaring distribusi dan layanan purnajual yang sudah teruji di berbagai kota di Jawa.
Xbox Buka Akses Game Klasik ke PC, Pelestarian Digital Mendapat Napas Baru

Langkah MHI ini juga sekaligus memagari posisinya sebagai penyedia kebutuhan elektronik yang lengkap: lini consumer electronics Samsung seperti TV, kulkas, mesin cuci, AC, dan pemurni udara tetap berjalan, sehingga pelanggan ritel dan korporasi bisa memperoleh solusi dari satu atap. Dengan fondasi 76 cabang yang telah berdenyut, MHI seolah hendak membuktikan bahwa di era di mana layar telah menjadi jendela baru interaksi manusia, mereka hadir bukan hanya sebagai penjual, melainkan mitra yang turut merancang bahasa visual bisnis Indonesia.






