Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan fasilitas Sekolah Rakyat (SR) DKI Jakarta pada Selasa, 11 Agustus 2026. Proyek pembangunan infrastruktur pendidikan ini telah diselesaikan sepenuhnya oleh PT Hutama Karya (Persero). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas yang telah dibangun siap digunakan. Gedung utama dari Sekolah Rakyat DKI Jakarta ini dirancang dengan kapasitas tampung hingga 900 siswa dan memiliki luas bangunan total mencapai 9.721,95 meter persegi.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini memiliki peran penting dalam mendukung program pembangunan nasional, khususnya dalam menyukseskan implementasi Asta Cita ke-4 dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat ini merupakan wujud dari buah pemikiran serta cita-cita mulia Presiden Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa salah satu langkah cepat dan efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia adalah dengan menyekolahkan anak-anak agar mereka memperoleh pendidikan yang berkualitas dan kesempatan hidup yang lebih baik di masa depan.
Sekolah Rakyat DKI Jakarta ini dirancang secara khusus dengan mengusung konsep sekolah berasrama atau boarding school. Sebagai sebuah kawasan pendidikan yang terpadu, kompleks sekolah ini tidak hanya menyediakan gedung sekolah utama, melainkan juga dilengkapi dengan asrama bagi para siswa, rumah susun untuk guru (Rusun Guru), hingga fasilitas tempat ibadah berupa masjid. Fasilitas di dalam gedung sekolah utama pun dibangun lengkap untuk menunjang kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Di dalamnya terdapat ruang kelas, laboratorium komputer dan bahasa, laboratorium kimia, fisika, dan biologi, perpustakaan, UKS, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang server, ruang laktasi, toilet, serta gudang.
Paspampres Kerahkan 1.174 Personel dan Alutsista Amankan Rangkaian HUT ke-81 RI

Untuk mendukung kenyamanan siswa yang tinggal di dalam asrama, tersedia fasilitas akomodasi yang memadai sesuai jenjang pendidikan. Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), tersedia tiga gedung asrama dengan total luas mencapai 6.186,22 meter persegi yang dapat menampung hingga 448 siswa. Sementara itu, untuk jenjang SMP dan SMA, telah dibangun gedung asrama putra dan putri secara terpisah. Masing-masing gedung asrama SMP/SMA ini memiliki luas bangunan sebesar 2.738,43 meter persegi dengan kapasitas tampung masing-masing sebanyak 220 siswa. Kedua asrama tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang lengkap, mulai dari kamar tidur, ruang pengasuh, area komunal, kantin, kamar khusus difabel, area cuci dan jemur, ruang panel, hingga toilet.
Selain menyediakan fasilitas bagi para siswa, proyek pembangunan ini juga memperhatikan kesejahteraan para tenaga pendidik serta kebutuhan spiritual di lingkungan sekolah. PT Hutama Karya (Persero) turut menyelesaikan pembangunan Rusun Guru dengan luas bangunan mencapai 2.103,57 meter persegi yang dirancang untuk dapat menampung hingga 76 orang guru. Di samping itu, untuk memfasilitasi kegiatan ibadah, di dalam kawasan Sekolah Rakyat ini juga telah dibangun sebuah gedung masjid dengan luas bangunan mencapai 1.530,03 meter persegi dan memiliki kapasitas tampung hingga 800 orang.
Biaya Pendidikan Naik, Permintaan Sepatu Sekolah Tetap Bertahan Ditopang Stok 2025

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat DKI Jakarta ini merupakan bukti nyata dari dukungan perseroan terhadap program pemerintah. Menurut Hamdani, pembangunan proyek ini dilakukan melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang berkualitas, lengkap, dan terintegrasi dalam satu kawasan. Dengan adanya fasilitas pendidikan yang lengkap ini, diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan secara optimal.






