Sejumlah warga dan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) berkumpul di depan sebuah rumah yang terletak di kawasan Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Selasa (11/8) malam. Massa mendatangi lokasi tersebut karena menduga bahwa rumah itu merupakan kediaman dari pemandu acara atau MC yang terlibat dalam video viral tantangan menghafal Al-Quran berhadiah minuman keras. Aksi tantangan tersebut diketahui berlangsung di stan Newport dalam acara festival musik The Sounds Project yang digelar di Ancol, Jakarta Utara. Berdasarkan narasi yang beredar luas di media sosial, kerumunan massa tersebut mulai mendatangi lokasi sekitar pukul 19.30 WIB.
Kapolsek Rawalumbu Kompol Akhmadi memberikan penjelasan mengenai peristiwa kedatangan massa tersebut. Menurut Akhmadi, kerumunan warga dan anggota ormas itu mendatangi lokasi karena adanya kesalahpahaman terkait alamat atau lokasi rumah tersebut. Rumah yang didatangi oleh massa sebenarnya bukanlah tempat tinggal dari sang MC yang bersangkutan. Rumah tersebut merupakan milik dari orang tua sang MC yang saat ini sudah meninggal dunia. Meskipun demikian, MC yang bersangkutan memang masih sesekali datang berkunjung ke rumah tersebut. Pada saat massa mendatangi lokasi pada Selasa malam itu, sang MC juga sedang tidak berada di tempat.
Setelah mendapatkan penjelasan yang komprehensif dari pihak kepolisian, massa akhirnya bersedia untuk membubarkan diri secara tertib. Kompol Akhmadi memastikan bahwa situasi di sekitar lokasi kejadian tetap aman dan kondusif tanpa adanya kericuhan atau tindakan anarkis dari massa yang hadir. Pihak kepolisian segera memberikan pemahaman kepada warga bahwa perkara terkait video tantangan hafalan Al-Quran tersebut saat ini sudah ditangani secara resmi oleh aparat penegak hukum, sehingga masyarakat diimbau untuk memercayakan proses hukumnya kepada kepolisian.
Klaim Makanan Ringan Luppo Asal Israel Mengandung Pil Kelumpuhan Terbukti Hoaks

Terkait penanganan kasus hukum ini, penyidik dari Polsek Pademangan telah menjadwalkan agenda klarifikasi serta melakukan pemeriksaan terhadap pihak penyelenggara acara (EO) dan juga MC yang bersangkutan. Proses pemeriksaan ini dilakukan di Polres Jakarta Utara pada hari Selasa (11/8). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Pihak kepolisian menyatakan akan segera melengkapi administrasi penyelidikan, melakukan gelar perkara, serta memfasilitasi masyarakat yang ingin membuat laporan resmi terkait insiden tersebut.
Kasus ini sendiri bermula dari beredarnya sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seseorang sedang membaca atau menghafalkan Surat Ad-Dhuha di sebuah stan minuman beralkohol, yaitu stan Newport, dalam acara musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara. Dalam narasi video tersebut, pembacaan atau hafalan ayat suci Al-Quran itu dijadikan sebagai sebuah tantangan (challenge) dengan hadiah berupa satu botol minuman keras.
Rekomendasi Makanan Terbaik untuk Ibu Pascalahir Agar Tubuh Cepat Pulih

Di sisi lain, pihak penyelenggara The Sounds Project telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras aksi tersebut. Mereka menegaskan bahwa tindakan menjadikan unsur agama sebagai bahan tantangan atau media promosi produk sama sekali tidak pernah mendapatkan persetujuan dari pihak penyelenggara acara. Sebagai bentuk tindakan tegas, penyelenggara The Sounds Project juga telah melayangkan teguran kepada pihak sponsor yang bersangkutan dan menyatakan akan terus mengawal proses identifikasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam kejadian ini.






