apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

KPPG Semarang Selidiki Dugaan SPPG Beli Ayam dan Telur di Bawah HAP

Usat NgajiDiterbitkan 12 Agu 2026 - 12.28 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
KPPG Semarang Selidiki Dugaan SPPG Beli Ayam dan Telur di Bawah HAP
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang menyatakan akan menyelidiki dugaan praktik pembelian ayam dan telur oleh SPPG dengan harga yang lebih rendah dari Harga Acuan Penjualan (HAP). Langkah penyelidikan ini diambil oleh KPPG Semarang guna merespons aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para peternak unggas di beberapa wilayah Jawa Tengah baru-baru ini. Dalam aksi tersebut, para peternak menyuarakan keluhan mereka terkait rendahnya harga pembelian produk hasil peternakan mereka oleh pihak SPPG.

Sebelum dilakukannya penyelidikan ini, sebuah pertemuan penting untuk membahas penyerapan daging dan telur ayam oleh SPPG sebenarnya telah digelar pada tanggal 19 Juni 2026. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). Sejumlah pihak terkait menghadiri agenda tersebut, termasuk perwakilan dari Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Jateng, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jateng, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Jateng, serta Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN RI. Selain itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah juga turut hadir secara langsung dalam pertemuan tersebut.

Setelah pertemuan pada 19 Juni 2026 tersebut selesai dilaksanakan, para pihak yang hadir menyepakati dan menandatangani sebuah nota kesepahaman (MoU). Dalam MoU tersebut, disepakati bahwa harga pembelian untuk komoditas telur ayam ditetapkan sebesar Rp26.000 per kilogram, sedangkan harga pembelian untuk daging ayam ditetapkan sebesar Rp35.000 per kilogram. Kesepakatan ini kemudian secara resmi dituangkan kembali ke dalam bentuk nota dinas yang diterbitkan pada tanggal 30 Juni 2026. Nota dinas yang memuat poin-poin kesepakatan tersebut langsung dikirimkan kepada sekitar 2.400 SPPG yang tersebar di 20 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah yang berada di bawah naungan wilayah kerja KPPG Semarang.

Baca Juga

Dirut BSI Tantang Mahasiswa Baru Unpad Mulai Bangun Aset Sejak Dini

Dirut BSI Tantang Mahasiswa Baru Unpad Mulai Bangun Aset Sejak Dini

Menanggapi keluhan dari kelompok peternak unggas, Kepala Subbagian (Kasubag) Tata Usaha KPPG Semarang, Bagus Anindito, memberikan pernyataan pada hari Rabu, 12 Agustus 2026. Bagus menyatakan bahwa KPPG Semarang akan mendalami lebih lanjut mengenai laporan rendahnya harga pembelian produk peternak oleh SPPG tersebut. Sebagai langkah awal, pihak KPPG Semarang berencana untuk mengumpulkan data terlebih dahulu dari para koordinator wilayah. Data yang akan dikumpulkan mencakup lokasi tempat SPPG melakukan pembelanjaan bahan baku, harga beli yang diterapkan di tingkat SPPG, serta membandingkannya dengan harga HAP yang ditetapkan oleh dinas perdagangan.

Di samping itu, KPPG Semarang juga meminta kepada seluruh kepala SPPG untuk menyusun dan menyerahkan laporan pembelanjaan secara berjenjang melalui koordinator wilayah masing-masing. Langkah pelaporan berkala ini dinilai sangat penting untuk melacak dan mendeteksi apakah terdapat praktik pembelian produk atau bahan baku yang didatangkan dari luar wilayah operasional kerja SPPG yang bersangkutan.

Baca Juga

Distribusi Belum Terintegrasi, Harga Cabai dan Komoditas Pangan Alami Lonjakan

Distribusi Belum Terintegrasi, Harga Cabai dan Komoditas Pangan Alami Lonjakan

Kendati proses penyelidikan dan pengumpulan data akan tetap berjalan, Bagus Anindito mengakui bahwa saat ini belum ada regulasi atau instrumen sanksi resmi yang dapat dijatuhkan kepada SPPG jika mereka terbukti melakukan pembelian produk di bawah ketentuan HAP. Karena ketiadaan instrumen sanksi tersebut, KPPG Semarang untuk saat ini akan lebih memfokuskan langkah penanganan dengan memberikan imbauan atau peringatan kepada pihak-pihak pengelola SPPG agar mematuhi kesepakatan harga yang telah ditentukan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SPPG

Berita Terbaru Lainnya

Akselerasi Penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) Kemendagri Capai 21 Juta PenggunaDirut BSI Tantang Mahasiswa Baru Unpad Mulai Bangun Aset Sejak DiniDistribusi Belum Terintegrasi, Harga Cabai dan Komoditas Pangan Alami LonjakanRekomendasi Makanan Terbaik untuk Ibu Pascalahir Agar Tubuh Cepat PulihKebakaran Pabrik Bingkai di Duren Sawit Mengakibatkan Kemacetan Lalu LintasRencana Pembangunan LRT Bali Rute Bandara Ngurah Rai ke Canggu dan Tantangan InvestasinyaMisi Mikel Arteta Mematahkan Rekor Buruk Gelar Liga Inggris Beruntun di ArsenalGanjil Genap Jakarta Ditiadakan Saat HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap