apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessPopuler
Beranda/Ekonomi

Biaya Pendidikan Naik, Permintaan Sepatu Sekolah Tetap Bertahan Ditopang Stok 2025

Togar PanjaitanDiterbitkan 12 Agu 2026 - 15.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Biaya Pendidikan Naik, Permintaan Sepatu Sekolah Tetap Bertahan Ditopang Stok 2025
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kenaikan biaya pendidikan menjelang tahun ajaran baru 2026 tidak serta-merta menyurutkan minat dan kebutuhan masyarakat terhadap perlengkapan sekolah, khususnya produk alas kaki. Berdasarkan pernyataan dari Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), lonjakan pengeluaran untuk biaya sekolah sejauh ini belum menekan angka permintaan pasar terhadap sepatu sekolah. Meskipun para orang tua dihadapkan pada penyesuaian anggaran pendidikan yang meningkat, pembelian sepatu untuk anak-anak sekolah terpantau masih tetap berjalan dengan baik.

Menurut data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok pengeluaran pendidikan memang mengalami inflasi sebesar 0,55 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada periode Juli 2026. Kenaikan biaya ini tersebar di berbagai jenjang pendidikan dan bimbingan belajar. Inflasi pada sektor pendidikan ini mencerminkan adanya penyesuaian biaya masuk sekolah maupun biaya operasional pendidikan lainnya yang harus ditanggung oleh masyarakat pada tahun ajaran baru tersebut.

Jika dirinci lebih lanjut, kenaikan biaya pendidikan paling tinggi pada bulan Juli 2026 terjadi pada biaya taman kanak-kanak (TK) yang mencatatkan inflasi hingga mencapai 1,73 persen. Angka inflasi biaya TK pada Juli 2026 ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan inflasi biaya TK pada periode Juli 2025 yang tercatat sebesar 1,59 persen. Sementara itu, untuk biaya bimbingan belajar (bimbel) pada Juli 2026 mencatatkan kenaikan sebesar 1,58 persen. Kenaikan biaya bimbel ini terpantau masih lebih rendah atau mengalami penurunan dibandingkan dengan periode Juli 2025 yang sempat menyentuh angka inflasi sebesar 1,91 persen. Di sisi lain, biaya sekolah dasar (SD) mengalami inflasi sebesar 1,17 persen pada Juli 2026, yang juga menunjukkan tren melandai jika dibandingkan dengan inflasi Juli 2025 yang mencapai 1,65 persen.

Baca Juga

Dirut BSI Tantang Mahasiswa Baru Unpad Mulai Bangun Aset Sejak Dini

Dirut BSI Tantang Mahasiswa Baru Unpad Mulai Bangun Aset Sejak Dini

Di tengah situasi kenaikan berbagai biaya pendidikan tersebut, industri alas kaki nasional justru mencatatkan performa penjualan yang positif. Sekretaris Jenderal Aprisindo, Yoseph Billie Dosiwoda, mengungkapkan bahwa pesanan alas kaki untuk kebutuhan tahun ajaran baru 2026 justru mencatatkan sedikit peningkatan. Kenaikan pesanan sepatu sekolah ini terpantau mengalami pertumbuhan tipis jika dibandingkan dengan pesanan pada tahun 2025 yang lalu. Tidak hanya itu, volume pesanan untuk tahun ajaran baru ini juga mencatatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan periode musiman penting lainnya, yaitu masa Ramadan dan Lebaran pada tahun 2026.

Meskipun terdapat kenaikan pesanan untuk tahun ajaran baru 2026, pasokan sepatu tersebut tidak sepenuhnya dipenuhi oleh aktivitas produksi baru pada tahun berjalan. Permintaan pasar yang meningkat tersebut masih ditopang oleh stok hasil produksi dari tahun 2025 yang lalu. Pasokan untuk memenuhi lonjakan pesanan alas kaki sekolah pada tahun ajaran baru ini disuplai dengan memanfaatkan kelebihan persediaan atau overstock yang tersisa dari tahun 2025. Langkah ini diambil guna menjaga ketersediaan barang di pasar tanpa harus memaksakan kapasitas produksi baru yang dinilai kurang ekonomis pada tahun ini.

Baca Juga

KPPG Semarang Selidiki Dugaan SPPG Beli Ayam dan Telur di Bawah HAP

KPPG Semarang Selidiki Dugaan SPPG Beli Ayam dan Telur di Bawah HAP

Yoseph Billie Dosiwoda menjelaskan lebih lanjut bahwa volume produksi alas kaki pada tahun 2026 ini memang sengaja tidak dirancang dalam jumlah banyak. Rendahnya volume produksi baru pada tahun 2026 disebabkan oleh melambungnya harga bahan baku industri persepatuan. Kenaikan harga bahan baku tersebut dipicu oleh dampak perang yang mengganggu rantai pasok global. Oleh karena itu, pemanfaatan stok produksi tahun 2025 menjadi solusi utama bagi para pelaku industri untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan sepatu sekolah masyarakat di tengah tantangan biaya produksi yang tinggi pada tahun 2026.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPS

Berita Terbaru Lainnya

Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Kutai Kartanegara Nekat Bakar Ruang Rapat Kantor DiskominfoRumah MC Challenge Al-Quran Berhadiah Miras Didatangi Massa, Dibubarkan PolisiKlaim Makanan Ringan Luppo Asal Israel Mengandung Pil Kelumpuhan Terbukti HoaksJIAT Bantu Petani Banjar Amankan Pasokan Air di Tengah Ancaman El NinoKetentuan Baru Iuran Tapera dan Penyesuaian Aturan BPJS KetenagakerjaanTerimbas Penutupan Tambang Ilegal, Kinerja Keuangan TINS MelesatAkselerasi Penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) Kemendagri Capai 21 Juta PenggunaDirut BSI Tantang Mahasiswa Baru Unpad Mulai Bangun Aset Sejak Dini

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusiness

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap