Tiga dekade telah berlalu sejak peristiwa kelam 27 Juli 1996, namun bayang-bayang tragedi Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) masih menyisakan utang sejarah yang belum terlunasi. Dalam peringatan 30 tahun peristiwa berdarah tersebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali melayangkan desakan keras kepada negara. Partai berlambang banteng moncong putih ini menuntut pengusutan tuntas hingga ke akar-akarnya, terutama untuk mengungkap dalang intelektual di balik penyerangan kantor DPP PDI saat itu serta memperjelas nasib para korban yang masih hilang hingga hari ini.
Seruan moral tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal PDIP,








