Gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menimbulkan dampak bagi masyarakat setempat. Di tengah situasi darurat ini, kebutuhan akan bantuan logistik dan kelangsungan layanan keuangan menjadi sangat krusial bagi warga terdampak. Untuk menyikapi kondisi tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus memastikan bahwa layanan perbankan di wilayah terdampak tetap dapat diakses oleh masyarakat.
Penyaluran bantuan kemanusiaan dari BNI ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya bagi para pengungsi yang berada di posko-posko darurat selama masa tanggap darurat berlangsung. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa dalam menyalurkan bantuan ini, BNI tidak bergerak sendiri. Pihak BNI terlebih dahulu berkoordinasi secara aktif dengan pemerintah daerah setempat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemangku kepentingan terkait lainnya. Koordinasi ini dilakukan untuk melakukan identifikasi secara tepat mengenai kebutuhan darurat di sejumlah wilayah terdampak agar penyaluran bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Upaya Pemprov Sumatera Utara Membuka Konektivitas Daerah Terisolasi

Pada tahap awal tanggap darurat, BNI melalui program yang bertajuk BNI Berbagi telah menyalurkan berbagai macam bantuan kebutuhan pokok. Bantuan yang didistribusikan tersebut meliputi air mineral, beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, biskuit, popok bayi, hingga peralatan dapur untuk kebutuhan memasak di pengungsian. Seluruh bantuan ini disalurkan secara bertahap ke beberapa wilayah yang terdampak gempa, termasuk di antaranya wilayah Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng. Dukungan kemanusiaan yang diberikan oleh BNI ini merupakan bagian dari aksi nyata sinergi Keluarga Besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah koordinasi Danantara Indonesia.
Selain fokus pada penyaluran logistik untuk para pengungsi, BNI juga berkomitmen menjaga kelancaran layanan perbankan agar aktivitas perekonomian masyarakat tidak lumpuh total. Dari total 25 outlet perbankan yang dimiliki BNI di area Ende dan Maumere, sebanyak 24 outlet dilaporkan tetap beroperasi secara normal untuk melayani nasabah. Hanya ada satu outlet yang untuk sementara waktu belum dapat beroperasi, yaitu Kantor Cabang Pembantu (KCP) Borong. Penutupan sementara ini disebabkan oleh adanya keretakan pada struktur bangunan akibat guncangan gempa, sehingga memerlukan perbaikan terlebih dahulu demi keselamatan. Operasional di KCP Borong ini akan segera dinormalisasi dan dibuka kembali setelah kondisi bangunan dinyatakan benar-benar aman untuk digunakan oleh karyawan dan nasabah.
Target Penerima Makan Bergizi Gratis Dibidik Capai 82,9 Juta Orang pada Maret 2026

Untuk fasilitas transaksi tunai, BNI juga memastikan ketersediaan mesin ATM di wilayah terdampak. Dari total 67 mesin ATM BNI yang tersebar di area tersebut, sebanyak 65 mesin ATM dipastikan tetap beroperasi dengan baik. Sementara itu, dua mesin ATM yang berada di KCP Borong terpaksa dinonaktifkan sementara waktu seiring dengan penutupan gedung kantor tersebut. Sebagai langkah antisipasi dan bagian dari rencana keberlangsungan bisnis (business continuity plan), BNI telah menyiapkan dan mengoperasikan O-Branch. Layanan gerak atau mobile service ini diterjunkan langsung untuk melayani berbagai transaksi perbankan para nasabah KCP Borong selama proses perbaikan gedung berlangsung. Dengan adanya langkah-langkah ini, BNI berharap dapat terus mendampingi masyarakat Flores melewati masa-masa sulit pascabencana.






