Dunia investasi berduka atas berpulangnya James "Jim" Simons, pendiri perusahaan hedge fund legendaris yang dikenal luas berkat kemampuannya mencetak rata-rata keuntungan sebesar 60 persen setiap tahunnya. Tokoh genius matematika ini mengembuskan napas terakhir pada tanggal 10 Mei 2024 di New York City, Amerika Serikat, pada usia 86 tahun. Sepanjang hidupnya, Simons berhasil membuktikan bahwa pendekatan sains dapat menaklukkan pasar keuangan yang dinamis.
Sebelum terjun ke dunia Wall Street, Simons merupakan seorang akademisi murni yang cemerlang. Ia sukses lulus program doktor (PhD) dari University of Berkeley pada tahun 1961 di usia yang masih sangat muda, yaitu 23 tahun. Berbekal keahliannya tersebut, ia sempat meniti karier sebagai dosen di Harvard University. Selain mengajar, keahlian Simons dalam memecahkan formula rumit juga pernah dimanfaatkan oleh pemerintah untuk membantu Kementerian Pertahanan Amerika Serikat sebagai pemecah kode matematis.
Aliran Modal Asing Kembali Masuk ke SBN dan Saham Indonesia

Ketertarikan Simons untuk mengaplikasikan ilmu matematika ke dalam sektor keuangan dimulai ketika ia mendirikan perusahaan bernama iStar. Melalui iStar, Simons berupaya meriset dan menghitung pergerakan perdagangan di bursa saham secara matematis untuk menghasilkan keuntungan. Langkah inilah yang kemudian mendasari pendirian firma investasi kuantitatif terkemuka, Renaissance Technologies, pada tahun 1982. Perusahaan ini sepenuhnya mengandalkan metode matematika dan statistika untuk menganalisis pasar dan mengeksekusi investasi.
Di bawah bendera Renaissance Technologies, lahir sebuah produk investasi paling tersohor yang dinamakan Medallion Fund. Dana kelolaan ini mencatatkan rekor luar biasa dalam sejarah industri keuangan. Selama periode tahun 1988 hingga 2018, Medallion Fund berhasil menghasilkan keuntungan kumulatif lebih dari 100 miliar dolar AS. Sebelum dikurangi biaya pengelolaan aset yang ditetapkan perusahaan, rata-rata pengembalian tahunan dana ini mencapai 66 persen. Setelah dipotong biaya-biaya tersebut, keuntungan bersih tahunan yang diperoleh tetap sangat tinggi, yakni sebesar 39 persen. Kinerja investasi pasca-biaya ini bahkan melampaui catatan prestasi para investor ternama dunia seperti Warren Buffett, George Soros, dan Peter Lynch pada kurun waktu yang sama. Meski demikian, Medallion Fund tidak dapat diakses oleh masyarakat umum karena hanya diperuntukkan bagi Simons dan rekan-rekan internalnya.
PPATK dan Polri Bongkar Sindikat Siber Transnasional, Kerugian Capai US$350 Ribu

Berkat kesuksesan konsisten dari metode kuantitatif tersebut, Simons berhasil menghimpun kekayaan dalam jumlah fantastis. Forbes menempatkan Simons di peringkat ke-51 dalam daftar orang terkaya di dunia, dengan total kekayaan bersih mencapai 30,7 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 482 triliun. Kisah inspiratif mengenai bagaimana seorang akademisi matematika mampu mendominasi pasar keuangan dirangkum dalam buku otobiografinya yang terbit pada tahun 2019 dengan judul "The Man Who Solved The Market: How Jim Simons Launched The Quant Revolution". Setelah memutuskan pensiun dari dunia investasi, Simons mendedikasikan sisa hidupnya untuk aktif dalam berbagai kegiatan filantropis di Amerika Serikat.






