apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Metropolitan

Mengapa Mal dan Perkantoran di Jakarta Pasang Pagar Tinggi? Ini Penjelasan Pemerintah

Domu TobingDiterbitkan 2 Agu 2026 - 19.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengapa Mal dan Perkantoran di Jakarta Pasang Pagar Tinggi? Ini Penjelasan Pemerintah
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pemandangan di sejumlah kawasan strategis di DKI Jakarta belakangan ini diwarnai oleh fenomena baru yang cukup mencolok, yaitu pemasangan pagar pembatas berukuran tinggi di beberapa pusat perbelanjaan atau mal serta kompleks perkantoran. Fenomena fisik ini rupanya tidak luput dari perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus memantau dinamika di wilayahnya. Pada Sabtu (1/8/2026), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memantau secara langsung perkembangan dan tren pemasangan pagar tinggi tersebut di berbagai titik area komersial dan perkantoran di wilayah ibu kota. Langkah pemantauan ini dilakukan secara saksama guna memahami latar belakang serta motif di balik keputusan para pengelola gedung yang memperketat pengamanan fisik di area mereka secara mendadak.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis situasi di lapangan, Gubernur Pramono Anung menduga kuat bahwa aksi pemasangan pagar tinggi tersebut dilatarbelakangi oleh kecemasan yang melanda sebagian pelaku usaha. Para pelaku bisnis dan pemilik properti di kawasan tersebut diduga merasa khawatir terhadap potensi munculnya kerusuhan di masa mendatang. Kekhawatiran ini tampaknya dipicu oleh ingatan kolektif atau kecemasan terhadap potensi terjadinya kembali peristiwa kerusuhan seperti yang pernah melanda Jakarta pada bulan Agustus tahun 2025 lalu. Faktor psikologis inilah yang disinyalir mendorong pihak swasta mengambil inisiatif untuk membangun benteng pengamanan tambahan secara mandiri demi melindungi aset mereka.

Baca Juga

Lampung Siapkan Pengembangan Ekonomi Hijau Melalui Pemanfaatan Limbah Tapioka Menjadi Energi Terbarukan

Lampung Siapkan Pengembangan Ekonomi Hijau Melalui Pemanfaatan Limbah Tapioka Menjadi Energi Terbarukan

Menyikapi kekhawatiran yang dirasakan oleh kalangan dunia usaha tersebut, Gubernur Pramono Anung memberikan klarifikasi serta jaminan mengenai kondisi keamanan riil di ibu kota. Pramono menegaskan keyakinannya bahwa kondisi keamanan di Jakarta saat ini sepenuhnya kondusif, stabil, dan aman-aman saja tanpa adanya ancaman yang berarti. Menurut penilaian pemerintah daerah, situasi saat ini sangat kondusif sehingga tidak ada ancaman keamanan nyata yang perlu dikhawatirkan oleh publik maupun para pelaku usaha. Oleh karena itu, Pramono mengimbau kepada para pemilik gedung, pelaku usaha, dan pengelola perkantoran agar tidak perlu melakukan tindakan preventif yang berlebihan, termasuk dalam hal memasang pagar pembatas yang terlalu tinggi di sekitar properti mereka.

Lebih lanjut, Pramono memaparkan bahwa keberadaan pagar-pagar tinggi yang mencolok di berbagai pusat kegiatan ekonomi justru dapat memberikan dampak psikologis yang kurang baik bagi citra kota Jakarta secara keseluruhan. Ia menyatakan keprihatinannya bahwa fenomena pemasangan pagar yang berlebihan ini berisiko menciptakan persepsi atau impresi negatif di tengah masyarakat luas maupun kalangan luar. Pemerintah daerah tidak ingin keberadaan pagar-pagar kokoh tersebut membangun opini publik bahwa Jakarta sedang berada dalam situasi yang tidak aman atau sedang tidak baik-baik saja. Kesan visual yang berlebihan tersebut dikhawatirkan dapat mengaburkan fakta objektif bahwa kota Jakarta sebenarnya dalam keadaan yang sangat stabil, aman, dan kondusif bagi siapa saja.

Baca Juga

Harga Baru BBM per 1 Agustus 2026, Solar Shell Naik, Pertamax Alami Penurunan

Harga Baru BBM per 1 Agustus 2026, Solar Shell Naik, Pertamax Alami Penurunan

Guna mengatasi masalah ini secara persuasif dan terstruktur, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memastikan bahwa ibu kota tetap menjadi tempat yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi para pelaku usaha dan investor yang menggerakkan roda perekonomian. Sebagai langkah nyata, Pemprov DKI Jakarta berencana untuk segera melakukan koordinasi internal dan eksternal terkait penertiban pagar-pagar yang dibangun secara berlebihan tersebut agar estetika dan keterbukaan kota tetap terjaga. Selain itu, untuk menjaga stabilitas keamanan jangka panjang, Pemprov DKI Jakarta juga terus memperkuat koordinasi dan kerja sama yang erat dengan aparat keamanan serta aparat penegak hukum guna mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan di wilayah DKI Jakarta.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

JakartaPramono AnungkeamananPemprov DKI JakartaTata Kota

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Kinerja Keuangan Telkom pada Semester I 2026, Pendapatan, EBITDA, dan Laba Tumbuh PositifBeli Sepeda Listrik di Transmart Aja, Didiskon dan Cuma Dibanderol SeginiTragedi Robohnya Sampoong Department Store, Kelalaian Fatal di Lahan Bekas TPAMengenal Program Sekolah Rakyat yang Mulai Dibangun di Biak NumforLampung Siapkan Pengembangan Ekonomi Hijau Melalui Pemanfaatan Limbah Tapioka Menjadi Energi TerbarukanHarga Baru BBM per 1 Agustus 2026, Solar Shell Naik, Pertamax Alami PenurunanKemenhub Koordinasi dengan Malaysia Terkait Kasus Pilot Selundupkan 25 Kg EkstasiTransmart Full Day Sale 2 Agustus 2026, Diskon AC Split 1 PK Tembus Rp 1,7 Juta

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap