apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Finansial

Mengapa ETF Leverage Saham Tunggal Memicu Kerugian Masif di Korea Selatan?

Domu TobingDiterbitkan 30 Jul 2026 - 11.54 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengapa ETF Leverage Saham Tunggal Memicu Kerugian Masif di Korea Selatan?
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar saham Korea Selatan sedang mengalami guncangan hebat akibat kerugian besar yang menimpa para investor ritel. Situasi ini memaksa otoritas keuangan negara tersebut mengambil tindakan luar biasa. Pada hari Rabu, 29 Juli 2026, Menteri Keuangan Korea Selatan secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Langkah ini dipicu oleh gelombang spekulasi dan kerugian masif yang disebabkan oleh produk investasi baru yang dikenal sebagai single-stock Leveraged Exchange Traded Fund (ETF leverage saham tunggal).

Produk finansial ini baru saja diperkenalkan ke pasar pada tanggal 27 Mei lalu. Menurut laporan dari Reuters, Menteri Keuangan meminta maaf karena instrumen investasi berisiko tinggi tersebut diluncurkan tanpa adanya pertimbangan dan persiapan yang matang dari regulator. Kurangnya analisis mendalam sebelum perilisan produk dinilai menjadi penyebab utama terjadinya kekacauan di pasar saham.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Secara definisi, ETF leverage saham tunggal merupakan produk investasi yang memanfaatkan utang atau dana pinjaman untuk melipatgandakan pergerakan harga dari satu saham tertentu. Dengan mekanisme ini, potensi keuntungan investor memang bisa meningkat tajam saat harga saham acuan naik. Namun, jika harga saham acuan tersebut turun, kerugian yang diderita investor juga akan berlipat ganda dengan sangat cepat.

Baca Juga

Mengapa BTN Membidik Digitalisasi dan Kemitraan Strategis di Maluku Utara?

Mengapa BTN Membidik Digitalisasi dan Kemitraan Strategis di Maluku Utara?

Sejak pertama kali diluncurkan, produk ini langsung menarik minat yang luar biasa dari para investor ritel di Korea Selatan. Mereka memanfaatkan instrumen ini untuk memburu saham-saham di sektor teknologi, khususnya industri semikonduktor yang sedang populer akibat tren kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan data dari KB Financial Group, investor ritel di negara tersebut mencatatkan pembelian bersih hingga mencapai sekitar 14 triliun won atau setara dengan Rp 168 triliun untuk produk ETF leverage tersebut. Angka ini jauh melampaui nilai pembelian oleh investor asing yang hanya mencatatkan transaksi sekitar 2 triliun won.

Petaka bagi para investor mulai terjadi ketika pasar saham Korea Selatan mengalami koreksi yang sangat tajam. Penurunan ini terutama dipicu oleh anjloknya harga saham-saham produsen cip yang sebelumnya sempat melonjak tinggi karena euforia teknologi AI. Investor yang menempatkan dana mereka pada produk ETF leverage yang terikat dengan dua raksasa semikonduktor, yaitu Samsung Electronics dan SK Hynix, menjadi pihak yang menderita kerugian paling parah.

Data pasar menunjukkan bahwa produk ETF leverage Samsung Electronics mengalami kejatuhan nilai hingga hampir 75 persen dari level tertingginya yang sempat dicapai pada 3 Juni. Sementara itu, produk KODEX SK Hynix, yang dirancang khusus untuk memberikan pergerakan dua kali lipat dari harga saham SK Hynix, tercatat merosot lebih dari 80 persen dari titik puncaknya pada 23 Juni menurut data LSEG. Kepanikan investor terhadap prospek saham sektor cip ini pada akhirnya menyeret indeks utama Korea Selatan, Kospi, yang anjlok hampir 35 persen dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Baca Juga

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Menanggapi situasi kritis ini, Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan (FSC) kini tengah mengkaji opsi untuk memperketat regulasi. Salah satu langkah yang sedang dipertimbangkan adalah membatasi akses pembelian produk ETF leverage ini agar hanya dapat diakses oleh investor profesional.

Komisioner FSC, Lee Eog-weon, menjelaskan bahwa pihak regulator memiliki wewenang untuk menaikkan persyaratan investasi demi melindungi investor ritel dari risiko yang tidak terukur. Selain membatasi akses pembeli, regulator juga sedang mempertimbangkan untuk menurunkan tingkat leverage dari yang semula dua kali lipat menjadi rasio yang lebih rendah guna meredam volatilitas pasar yang ekstrem. Lee Eog-weon menambahkan, sebagaimana dilaporkan oleh CNBC International, bahwa kepentingan para investor akan tetap dipertimbangkan dalam proses perumusan aturan baru ini, termasuk melalui pertemuan dengan para pemilik manfaat.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Korea Selatanpasar sahamKOSPISamsung ElectronicsSK HynixETF Leverage

Berita Terbaru Lainnya

Investigasi Kemenkes Terkait Wafatnya Dokter SZM, Riwayat Kesehatan Jiwa dan Evaluasi Program InternshipPolisi Tangkap Dua Pelaku Gembos Ban Penggasak Rp 1,2 Miliar di Bengkulu, Dua Lainnya Masih BuronSatu Saksi Mangkir saat Kejagung Usut Kasus Pencucian Uang Febrie AdriansyahIroni Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Hanya 17 Bulan Menjabat, Kini Terjaring OTT KPKMengapa BTN Membidik Digitalisasi dan Kemitraan Strategis di Maluku Utara?IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan RabuSoal Sengketa Arbitrase Investasi di Kimia Farma Apotek, Ini Penjelasan INAGOTO Cetak Laba Bersih Dua Kuartal Beruntun pada Semester I-2026, Balikkan Posisi Rugi

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap