Rencana pemerintah untuk meluncurkan sepeda motor listrik nasional membawa angin segar sekaligus tantangan besar bagi industri otomotif tanah air. Langkah strategis ini tidak hanya dipandang sebagai upaya menekan emisi gas buang dari kendaraan konvensional, tetapi juga sebagai momentum emas untuk memperkuat kedaulatan industri dalam negeri. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi, memberikan respons positif terhadap wacana tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa proyek berskala nasional ini harus memberikan prioritas penuh kepada para produsen lokal agar manfaat ekonominya benar-benar berputar di dalam negeri.
Budi menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan proyek motor listrik nasional tidak hanya terletak pada keterjangkauan harga bagi konsumen akhir. Lebih dari itu, aspek Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) harus menjadi pilar utama dalam perancangannya. Dengan memaksimalkan penggunaan komponen lokal, industri pendukung di Indonesia akan ikut terangkat dan menciptakan efek domino yang masif. Penyerapan tenaga kerja dan penguatan rantai pasok domestik dinilai jauh lebih krusial dibandingkan sekadar merakit kendaraan dengan suku cadang impor.
Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDN

Salah satu sorotan tajam dalam pengembangan kendaraan listrik domestik adalah ketergantungan pada baterai impor. Padahal, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, yang merupakan bahan baku utama pembuatan baterai. Budi menyayangkan kondisi saat ini di mana produsen lokal masih harus mendatangkan baterai dari luar negeri. Kehadiran motor listrik nasional diharapkan menjadi pemicu bagi percepatan hilirisasi nikel, sehingga ekosistem baterai buatan anak bangsa dapat segera terwujud dan menyuplai kebutuhan merek-merek lokal.
Kehadiran proyek nasional ini juga diharapkan dapat menjadi panggung bagi merek-merek lokal yang sudah lebih dulu eksis seperti Gesits, Selis, dan Polytron. Budi berharap kebijakan baru pemerintah nanti dapat merangkul dan mengangkat reputasi produsen-produsen dalam negeri tersebut, bukan justru menciptakan persaingan baru yang mematikan mereka. Sinergi antara kebijakan negara dan kapasitas produksi industri lokal yang sudah ada menjadi kunci utama untuk mempercepat transisi dari mesin pembakaran internal menuju era elektrifikasi.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Peluang industri motor listrik Indonesia sebenarnya tidak terbatas pada pasar domestik saja. Dengan kapasitas produksi yang terus berkembang, potensi untuk merambah pasar internasional kini terbuka lebar. Aismoli mengungkapkan bahwa koordinasi dengan Kementerian Perdagangan tengah berjalan untuk merumuskan strategi ekspor sepeda motor listrik ke berbagai negara tetangga. Jika rencana ini berjalan mulus, motor listrik nasional bukan lagi sekadar mimpi pemenuhan kebutuhan transportasi ramah lingkungan di dalam negeri, melainkan komoditas ekspor baru yang kompetitif di kancah global.






