apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Market

Memahami Kejatuhan IHSG, Rincian Sektor, Saham Pemberat, dan Tekanan Global

Nyaring AranDiterbitkan 29 Jul 2026 - 11.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memahami Kejatuhan IHSG, Rincian Sektor, Saham Pemberat, dan Tekanan Global
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa, 28 Juni 2026. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini mengalami penurunan sebesar 0,89% atau berkurang 55,19 poin, sehingga parkir di level 6.130,59 pada akhir sesi kedua. Sepanjang hari perdagangan tersebut, pergerakan IHSG terpantau berada di rentang harian antara level terendah 6.130,59 hingga level tertinggi di angka 6.199,44. Penurunan ini mencerminkan kondisi pasar yang kurang bergairah, di mana sebagian besar sektor saham mengalami koreksi.

Jika melihat rincian aktivitas perdagangan, volume saham yang ditransaksikan oleh para pelaku pasar mencapai 23,6 miliar lembar saham. Transaksi tersebut tersebar dalam 1,65 juta kali transaksi dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp10,7 triliun. Akibat gelombang koreksi ini, nilai kapitalisasi pasar di bursa domestik turut terkikis hingga menjadi Rp10.752 triliun. Secara keseluruhan, pergerakan harga saham didominasi oleh tren penurunan, dengan rincian sebanyak 380 saham mengalami pelemahan, 281 saham berhasil menguat, dan 304 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia mencatatkan kinerja negatif pada penutupan perdagangan sesi kedua. Sektor properti menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni anjlok hingga 4,49% pada akhir sesi. Pelemahan signifikan juga dialami oleh sektor utilitas yang merosot sebesar 2,17%, disusul oleh sektor energi yang turun 1,15%. Di tengah koreksi massal ini, sektor konsumer primer tercatat sebagai satu-satunya sektor yang menguat dengan kenaikan sangat tipis, meskipun angka indeks sektor tersebut tercatat berada di posisi -0,09%.

Baca Juga

Semua Barang Mahal! Tetangga RI Potong Pajak & Bantu Warga Belanja

Semua Barang Mahal! Tetangga RI Potong Pajak & Bantu Warga Belanja

Beberapa saham berkapitalisasi besar dan saham tertentu menjadi penekan utama pergerakan indeks atau dikenal sebagai laggards. Saham Maha Properti Indonesia (MPRO) tercatat memberikan tekanan paling besar terhadap penurunan IHSG dengan kontribusi negatif mencapai -8,2 poin. Saham-saham perbankan raksasa juga turut membebani pergerakan indeks, di mana Bank Central Asia (BBCA) menyumbang pelemahan sebesar -7,47 poin dan Bank Mandiri (BMRI) berkontribusi sebesar -5,53 poin. Selain itu, sejumlah saham lain seperti Sinar Mas Multiartha (SMMA), Mora Telematika Indonesia (MORA), Energi Mega Persada (ENRG), hingga VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) juga masuk ke dalam jajaran saham penekan indeks hari ini.

Tekanan terhadap pasar keuangan domestik hari ini tidak hanya terjadi di pasar saham, melainkan juga merembet ke pasar valuta asing. Mata uang rupiah ditutup terdepresiasi sebesar 0,31% ke posisi Rp18.055 per dolar Amerika Serikat (US$). Pelemahan ini memperpanjang tren negatif rupiah yang telah berakhir di zona merah selama empat hari perdagangan berturut-turut. Pada awal perdagangan hari Selasa tersebut, rupiah sebenarnya dibuka melemah 0,33% di level Rp18.060 per dolar AS, dan sempat tertekan lebih dalam hingga menyentuh titik terendahnya di posisi Rp18.095 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terpantau menguat tipis 0,01% ke level 101,491 pada pukul 15.00 WIB.

Baca Juga

Strategi Investasi DBS, Mengoptimalkan Peluang Global di Tengah Siklus Super Capex Baru

Strategi Investasi DBS, Mengoptimalkan Peluang Global di Tengah Siklus Super Capex Baru

Koreksi yang menimpa IHSG ini sejalan dengan kondisi pasar saham di kawasan Asia yang juga mengalami kejatuhan cukup dalam. Bursa saham Korea Selatan, Kospi, mencatatkan kejatuhan paling dramatis sebesar 10,84% setelah sebelumnya sempat mengalami penghentian perdagangan sementara (trading halt) akibat penurunan yang melebihi angka 8%. Selain Korea Selatan, bursa saham Taiwan juga terpangkas sebesar 4,65%, diikuti oleh bursa Shenzhen di China yang melemah 4,52%, serta indeks Nikkei di Jepang yang ditutup merosot 3,95%. Seluruh perkembangan ini menunjukkan adanya sentimen negatif yang melanda pasar modal regional secara kolektif pada hari perdagangan tersebut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bursa Efek IndonesiaekonomiIHSGRupiahpasar saham

Berita Terbaru Lainnya

CT ARSA Foundation dan AirNav Indonesia Resmikan Rumah Inspirasi Ke-10 di Aceh TamiangKepala Bakom Qodari Tanggapi Polemik 'Londo Ireng', Minta Media Fokus pada Substansi Pidato PresidenKemenag Matangkan Materi Edukasi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ di Lembaga PendidikanPrabowo Minta Antisipasi Dampak El Nino, BMKG Perkuat Modifikasi CuacaPWI Pusat Resmi Cabut Laporan Polisi Terhadap Hotman Paris Usai Sepakat DamaiSebelum Terjaring OTT KPK, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Sempat Bahas Pencegahan KorupsiBupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Jadi Kasus Ke-18 Sepanjang 2026Pemkot Jayapura Pacu Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata untuk Masyarakat Asli Papua

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap