apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Memahami Badai PHK di Industri Garmen Nasional, Mengapa Banyak Pabrik Mulai Berguguran?

Parlin SinagaDiterbitkan 29 Jul 2026 - 10.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memahami Badai PHK di Industri Garmen Nasional, Mengapa Banyak Pabrik Mulai Berguguran?
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Industri garmen di Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan berat yang memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah daerah. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengakui bahwa sektor padat karya ini sedang mengalami guncangan hebat. Faktor utama yang disinyalir menjadi pemicu kondisi ini adalah merosotnya daya beli masyarakat, yang kemudian berdampak langsung pada kelangsungan operasional berbagai pabrik tekstil dan pakaian jadi di tanah air.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Dalam penjelasannya pada Senin, 27 Juli 2026, Said Iqbal memaparkan rantai sebab-akibat yang mengganggu stabilitas industri garmen nasional. Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat secara otomatis membuat penyerapan pasar menyusut. Ketika permintaan pasar berkurang, volume produksi pabrik pun terpaksa diturunkan. Penurunan tingkat produksi ini pada akhirnya mendorong manajemen perusahaan untuk mengambil langkah efisiensi yang ekstrem demi menekan biaya operasional, yang sayangnya sering kali berujung pada penutupan pabrik dan PHK massal.

Dampak nyata dari lesunya industri ini terlihat jelas pada nasib beberapa produsen garmen di Jawa Tengah. Salah satunya adalah PT Victory Apparel Semarang yang dilaporkan akan gulung tikar. Keputusan penutupan operasional pabrik tersebut berdampak langsung pada nasib para pekerjanya, di mana sebanyak 846 orang dipastikan terkena PHK. Setelah menuntaskan kunjungan kerjanya ke PT Victory, Said Iqbal juga dijadwalkan bertolak untuk memantau situasi di PT Samwon Busana Indonesia yang berlokasi di Jepara. Perusahaan tersebut dilaporkan mengalami kolaps dan berencana melakukan PHK terhadap sekitar 600 pekerja.

Baca Juga

Pemkot Jayapura Pacu Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata untuk Masyarakat Asli Papua

Pemkot Jayapura Pacu Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata untuk Masyarakat Asli Papua

Kondisi memprihatinkan yang menimpa PT Victory Apparel Semarang dan PT Samwon Busana Indonesia Jepara menambah panjang daftar kegoyahan industri tekstil nasional. Sebelum kasus kedua perusahaan tersebut mencuat, pelaku industri garmen tanah air telah diguncang oleh kabar kebangkrutan salah satu raksasa tekstil, yaitu PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Perusahaan yang berbasis di Kabupaten Sukoharjo tersebut sebelumnya telah dinyatakan pailit, menunjukkan bahwa tekanan ekonomi ini tidak hanya menyasar pelaku usaha skala menengah, melainkan juga korporasi besar.

Di tengah situasi sulit ini, Said Iqbal juga menyoroti kebijakan pengupahan era pemerintahan saat ini. Ia mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah telah melakukan penyesuaian upah demi membantu kesejahteraan para pekerja. Upah buruh tercatat mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen pada tahun 2025. Kebijakan ini berlanjut pada tahun 2026 dengan kenaikan upah yang dipatok pada kisaran 6,5 persen hingga mencapai 9,5 persen.

Baca Juga

Menakar Peran Danantara di KSSK, Mengapa Hanya Memberi Masukan Tanpa Hak Suara?

Menakar Peran Danantara di KSSK, Mengapa Hanya Memberi Masukan Tanpa Hak Suara?

Said Iqbal mengklaim bahwa sebelum Prabowo menjabat sebagai Presiden, upah buruh di Indonesia tidak pernah mengalami kenaikan selama sepuluh tahun. Kenaikan upah yang direalisasikan pada tahun 2025 dan 2026 diharapkan dapat menjaga daya beli pekerja di tengah situasi ekonomi yang menantang. Kendati demikian, tantangan di sektor riil seperti yang dialami industri garmen di Semarang, Jepara, dan Sukoharjo menunjukkan bahwa pemulihan daya beli masyarakat secara menyeluruh masih memerlukan waktu dan upaya keras dari seluruh pemangku kepentingan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

daya beliPHKindustri garmenKetenagakerjaanSaid IqbalSritex

Berita Terbaru Lainnya

Gandeng ASDP, Korlantas Polri Godok Strategi Pengamanan Nataru 2026 dan Operasi Ketupat 2027CT ARSA Foundation dan AirNav Indonesia Resmikan Rumah Inspirasi Ke-10 di Aceh TamiangKepala Bakom Qodari Tanggapi Polemik 'Londo Ireng', Minta Media Fokus pada Substansi Pidato PresidenKemenag Matangkan Materi Edukasi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ di Lembaga PendidikanPrabowo Minta Antisipasi Dampak El Nino, BMKG Perkuat Modifikasi CuacaPWI Pusat Resmi Cabut Laporan Polisi Terhadap Hotman Paris Usai Sepakat DamaiSebelum Terjaring OTT KPK, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Sempat Bahas Pencegahan KorupsiBupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Jadi Kasus Ke-18 Sepanjang 2026

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap