Masjid Jadi Sasaran Pembakaran di Tengah Eskalasi Kekerasan Tepi Barat

Uria Anyi ApuiPublished 27 Jul 2026 - 08.370 Reads
Bagikan WhatsAppX
Masjid Jadi Sasaran Pembakaran di Tengah Eskalasi Kekerasan Tepi Barat
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Ketegangan di Tepi Barat yang diduduki kini memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan dengan menyasar tempat ibadah sebagai sasaran amuk. Kelompok pemukim ekstremis Israel dilaporkan membakar dua masjid serta merusak lahan pertanian dan kendaraan milik warga Palestina di beberapa wilayah. Insiden ini mempertegas betapa rapuhnya situasi keamanan di wilayah tersebut, di mana rumah ibadah yang seharusnya menjadi tempat suci kini terseret ke dalam lingkaran konflik yang kian memanas.

Aksi vandalisme dan pembakaran ini ditengarai sebagai serangan balasan yang dipicu oleh bentrokan berdarah dua hari sebelumnya di dekat Desa Tal. Pertikaian hebat pada hari Jumat tersebut merenggut nyawa empat warga Palestina dan dua warga Israel, dengan kedua belah pihak saling melempar tuduhan mengenai siapa yang memulai kekerasan. Sejak peristiwa mematikan di Tal itu, gelombang intimidasi oleh kelompok pemukim terhadap desa-desa Palestina di seantero Tepi Barat dilaporkan melonjak tajam.

Laporan dari pejabat Palestina menyebutkan bahwa serangan terjadi di bawah kegelapan malam, menyasar dua desa secara beruntun. Di Desa Qusra, Wali Kota Abdul Azim Wadi mengungkapkan bahwa para pemukim membakar sebuah masjid yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Tidak hanya membakar, para pelaku juga meninggalkan pesan bernada ancaman berupa grafiti bertuliskan "balas undang" atau balas dendam pada dinding masjid. Sementara itu, aksi serupa juga menimpa sebuah masjid di Desa Kour yang dibakar dan dicoreti slogan-slogan kebencian.

Also Read

BKN Uji Coba Kebijakan Kerja Dekat Rumah untuk Tekan Biaya Hidup ASN

Selain menyasar fasilitas keagamaan, para penyerang juga merusak kendaraan pribadi warga, merusak lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan, serta melakukan pencurian harta benda. Menanggapi eskalasi ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah mengirimkan personel militer ke Qusra untuk mengamankan situasi, sementara kepolisian setempat berjanji akan melakukan penyelidikan guna mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons bentrokan di Tal dengan menjanjikan tindakan yang sangat keras. Langkah hukum tersebut mencakup rencana pembongkaran rumah dua warga Palestina yang dituduh terlibat dalam bentrokan. Otoritas keamanan juga menahan dua bersaudara, termasuk Ali Ramadan, yang ditangkap saat masih menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat luka tembak yang dideritanya.

Also Read

PM Narendra Modi Rombak Sistem Ujian Nasional Setelah Ditekan Demonstrasi Anak Muda

Eskalasi kekerasan di Tepi Barat ini dinilai banyak pihak mendapat dorongan dari elemen sayap kanan dalam pemerintahan Israel saat ini, yang memberikan ruang gerak lebih bebas bagi kelompok pemukim ekstremis. Di tengah situasi yang kacau ini, IDF mengklaim telah melancarkan operasi penggerebekan sepanjang akhir pekan dan menahan lebih dari 130 orang yang dituduh terlibat dalam aktivitas teror, menambah panjang daftar ketegangan yang belum menemui jalan keluar.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca