Kronologi gangguan pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya terdeteksi dimulai sejak 17 Juni 2024 pukul 23.15 WIB. Saat itu, terjadi upaya untuk menonaktifkan fitur keamanan Windows Defender di pusat data tersebut. Tiga hari berselang, pada 20 Juni 2024, PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) selaku vendor pengelola melaporkan kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bahwa seluruh layanan di PDNS 2 Surabaya tidak dapat diakses. Dampak dari gangguan ini langsung dirasakan oleh publik, salah satunya berupa antrean panjang di bagian imigrasi Bandara Soekarno-Hatta pada hari yang sama akibat sistem yang lumpuh.
Setelah melakukan penyelidikan forensik digital, BSSN pada 23 Juni 2024 mengidentifikasi kelompok peretas Brain Cipher sebagai pihak di balik serangan tersebut. Brain Cipher diketahui beroperasi menggunakan varian ransomware LockBit 3.0, jenis perangkat perusak yang sebelumnya juga menyerang Bank Syariah Indonesia pada Mei 2023. Dalam aksinya di PDNS 2 Surabaya, kelompok ini meminta uang tebusan sebesar US$8 juta atau sekitar Rp131,8 miliar. Di tengah situasi tersebut, beredar pula kabar bahwa sebuah akun bernama "aptikakominfo" menjual data milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) seharga US$121.000 (sekitar Rp1,98 miliar) di BreachForums, yang mencakup data pribadi, lisensi perangkat lunak sistem keamanan, serta dokumen kontrak PDN tahun 2021 hingga 2024.
Kemenperin Terapkan Larangan Penjualan Google Pixel di Indonesia, Sertifikasi TKDN Belum Terpenuhi

Dampak serangan ini sangat luas karena mayoritas instansi tidak memiliki sistem pencadangan. Dari total 282 instansi pemerintah yang terdampak, sebanyak 239 instansi sama sekali tidak memiliki backup data. Kepala BSSN Hinsa Siburian mengungkapkan bahwa hanya 2% data di PDNS Surabaya yang memiliki cadangan di fasilitas cold site Batam. Insiden ini kemudian mendorong mundurnya Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan. Semuel menyampaikan pengunduran dirinya secara lisan pada 1 Juli 2024, menyerahkan surat resmi pada 3 Juli 2024, dan mengumumkannya dalam konferensi pers pada 4 Juli 2024. Posisi Dirjen Aptika kini telah dijabat oleh Hokky Situngkir.
Pemerintah menargetkan pemulihan operasional PDNS 2 Surabaya dapat rampung pada Juli 2024. Sebagai langkah awal untuk mencegah penyebaran ransomware ke sistem lain, BSSN telah mengisolasi sambungan PDNS 2 Surabaya dari PDNS 1 di Serpong (yang dikelola oleh PT Aplikanusa Lintasarta) serta cold site di Batam. Direktur Telkom Herlan Wijanarko menyatakan bahwa sebagian data yang terenkripsi sudah tidak dapat dipulihkan kembali. Namun, Telkom berhasil mengidentifikasi 44 penyewa (tenant) yang memiliki data cadangan. Sejauh ini, ada lima instansi yang layanannya telah berhasil dipulihkan, yaitu Kemenkumham (imigrasi), LKPP, Kemenko Marves, Kota Kediri, dan Kemenag.
Menakar Arah Regulasi Kecerdasan Buatan AI Kementerian Kominfo Lewat Dua Rancangan Perpres Baru

Guna mengantisipasi insiden serupa di masa depan, pemerintah berencana meningkatkan status cold site di Batam menjadi hot site untuk mendukung layanan yang bersifat strategis. Upaya pengembangan dan pemulihan pusat data nasional ini didukung oleh alokasi anggaran dari Kominfo sebesar Rp700 miliar pada tahun 2024. Sementara itu, kelompok Brain Cipher melalui pernyataan tertulis yang dilaporkan oleh organisasi intelijen dark web StealthMole pada Selasa pagi, 2 Juli 2024, menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut dan berjanji akan memberikan kunci dekripsi secara cuma-cuma untuk membuka kembali akses data pemerintah yang terenkripsi.






