Langkah Nyata Melindungi Saldo Rekening dari Incaran Peretas M-Banking

Agus CahyonoPublished 27 Jul 2026 - 07.010 Reads
Bagikan WhatsAppX
Langkah Nyata Melindungi Saldo Rekening dari Incaran Peretas M-Banking
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Jaman dahulu, copet beroperasi di pasar atau bus kota yang ramai. Kini, di era digital, aksi kriminalitas telah berpindah ke dalam genggaman tangan melalui layar ponsel pintar. Layanan mobile banking (m-banking) yang menawarkan kemudahan transaksi tanpa batas rupanya juga membuka celah bagi para pelaku kejahatan siber untuk menguras isi rekening nasabah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat bahwa ancaman ini nyata dan tak kasatmata, sehingga kewaspadaan ekstra mutlak diperlukan.

Para pelaku kejahatan digital ini tidak lagi membutuhkan kekerasan fisik untuk merampas uang korban. Mereka menggunakan taktik manipulatif seperti pencurian data pribadi, penipuan online, hingga metode phising yang menjebak. Sering kali, korban tidak menyadari bahwa mereka sedang ditipu sampai saldo di rekening mereka mendadak ludes. Oleh karena itu, memahami celah-celah keamanan pada aplikasi perbankan menjadi langkah awal yang krusial untuk melindungi aset finansial kita.

Also Read

Amerika Serikat Sahkan Undang-Undang yang Mengancam Keberadaan TikTok

OJK membagikan sejumlah langkah preventif yang wajib diterapkan oleh setiap pengguna m-banking. Langkah paling mendasar adalah menjaga kerahasiaan nomor PIN atau kode akses dan tidak mencatatnya di tempat yang mudah diakses orang lain. Ketika melakukan transaksi, biasakan untuk selalu memeriksa detail data sebelum menekan tombol konfirmasi. Setelah itu, tunggu beberapa saat hingga muncul notifikasi resmi, baik melalui SMS maupun surat elektronik, lalu verifikasi kembali kesesuaian nominalnya. Jika ada aktivitas mencurigakan, segera hubungi pusat bantuan bank Anda.

Keamanan gawai dan jaringan internet juga memegang peranan penting dalam menangkal peretasan. OJK sangat menyarankan agar nasabah menghindari transaksi perbankan menggunakan jaringan internet publik seperti Wi-Fi gratis di kafe atau warung internet. Jaringan terbuka ini sangat rentan disusupi oleh pihak ketiga yang berniat mencuri data sensitif. Selain itu, pastikan untuk selalu keluar dari aplikasi (log out) setelah selesai bertransaksi, dan waspadai unduhan aplikasi mencurigakan yang berpotensi membawa malware atau spam berbahaya ke dalam ponsel Anda.

Also Read

Kewajiban Twibbon MPLS yang Mengancam Keamanan Digital Siswa Baru

Situasi darurat juga memerlukan tindakan cepat. Apabila kartu SIM telepon seluler Anda hilang, dicuri, atau berpindah tangan, segera laporkan ke kantor cabang atau call center bank terkait untuk memblokir akses m-banking yang terhubung. Begitu pula jika Anda berencana mengganti atau menjual ponsel lama. Pastikan seluruh data pribadi dan riwayat perbankan di dalam perangkat tersebut telah dihapus bersih secara menyeluruh agar tidak disalahgunakan oleh pemilik berikutnya. Langkah kecil ini menjadi benteng pertahanan terakhir dalam menjaga keamanan dana Anda.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca