Peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia turut memberikan dampak positif bagi para pengelola infrastruktur transportasi. Salah satu kinerja positif ditunjukkan oleh PT Margautama Nusantara (MUN) Group, yang merupakan entitas asosiasi dari PT Nusantara Infrastructure Tbk (NI). Sepanjang Semester I 2026, volume lalu lintas kendaraan di ruas jalan tol yang dikelola oleh grup ini mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan lalu lintas ini didorong oleh peningkatan aktivitas di dua wilayah utama, yakni Bumi Serpong Damai (BSD) di Tangerang Selatan dan Kota Makassar di Sulawesi Selatan. Secara keseluruhan, total volume lalu lintas MUN Group tercatat meningkat sebesar 5,9% secara tahunan (year-on-year/YoY). Secara lebih rinci, Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) untuk Jalan Tol BSD mengalami kenaikan sebesar 5,6% YoY. Ruas tol sepanjang 7,25 km yang menghubungkan Serpong dan Pondok Aren ini dikelola oleh PT Bintaro Serpong Damai (BSD), salah satu anak usaha dari MUN.
Sementara itu, arus kendaraan di Jalan Tol Makassar juga mencatatkan pertumbuhan yang tidak kalah positif, yakni sebesar 6,2% YoY. Pengelolaan jalan tol di Makassar ini terbagi ke dalam beberapa entitas anak usaha MUN. Pertama, PT Makassar Metro Network (MMN) yang mengelola Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 1-3 dengan panjang lintasan mencapai 10 km. Kedua, PT Makassar Airport Network (MAN) yang bertindak sebagai pengelola tidak langsung untuk Jalan Tol Ujung Pandang Seksi IV sepanjang 11,57 km serta Jalan Akses Tol Makassar New Port sepanjang 3,2 km.
Kementerian ESDM Pangkas Target Produksi Nikel 2026 untuk Kendalikan Harga Global

Seiring dengan semakin padatnya volume kendaraan yang melintas, kinerja keuangan MUN Group pun ikut terkerek naik. Grup usaha ini berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp424,1 miliar pada Semester I 2026. Angka pendapatan tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 7,3% dibandingkan dengan perolehan pada Semester I tahun lalu. Dari sisi profitabilitas, laba bersih atau net income MUN Group tumbuh sebesar 12% secara tahunan. Dampak positif ini langsung dirasakan oleh sang induk, PT Nusantara Infrastructure Tbk, yang mencatatkan bagian atas laba bersih entitas asosiasi (share in net profit of associates) sebesar Rp55,1 miliar, atau tumbuh sebesar 12% YoY.
Selain mengandalkan anak usahanya di BSD dan Makassar, MUN Group juga memiliki kepemilikan di beberapa entitas asosiasi jalan tol strategis lainnya. Portofolio tersebut mencakup PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) yang mengoperasikan Jalan Tol Ruas Kebon Jeruk-Penjaringan, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang mengelola Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ), serta PT Jasamarga Transjawa Tol yang mengelola jaringan Jalan Tol Trans Jawa. Keberadaan portofolio tol yang luas ini memperkuat posisi bisnis grup di sektor infrastruktur jalan bebas hambatan.
BPI Danantara Luncurkan DSI untuk Perkuat Ekspor, Ini Susunan Pengurus Lengkapnya

Di luar lini bisnis jalan tol, PT Nusantara Infrastructure Tbk juga memiliki unit usaha di sektor air bersih dan energi terbarukan. Untuk sektor air bersih melalui SCTK, volume penjualan air tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,9% secara tahunan. Namun, situasi berbeda terjadi pada sektor energi terbarukan. Volume penjualan energi terbarukan mengalami penurunan sebesar 16,4% YoY. Penurunan kinerja di sektor energi ini terutama disebabkan oleh keterbatasan ketersediaan bahan baku atau feedstock pada pembangkit listrik RPSL.
Secara umum, kondisi neraca keuangan PT Nusantara Infrastructure Tbk menunjukkan struktur yang cukup sehat. Jika dibandingkan dengan posisi pada tahun 2025, nilai ekuitas perusahaan mengalami peningkatan tipis sebesar 0,2%, sementara total liabilitas atau kewajiban perusahaan berhasil ditekan turun sebesar 8,5%. Menurut penjelasan dari Head of Corporate Communication & CSR PT Nusantara Infrastructure Tbk, Indah D.P. Pertiwi, perusahaan juga telah merealisasikan pembagian dividen. Pada bulan April 2026, perseroan mendeklarasikan pembagian dividen dengan total nilai mencapai Rp45,4 miliar, yang pembayarannya telah diselesaikan sepenuhnya oleh perusahaan pada bulan Juni 2026.






