apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Megapolitan

Kurangi Beban Bantargebang, Pemprov DKI Siapkan 40 Hektare Lahan Pengolahan Sampah di Legok Banten

Togar PanjaitanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 00.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kurangi Beban Bantargebang, Pemprov DKI Siapkan 40 Hektare Lahan Pengolahan Sampah di Legok Banten
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mencari solusi guna mengatasi permasalahan sampah yang kian menumpuk di Ibu Kota. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan membebaskan lahan seluas 40 hektare di kawasan Ciangir, Legok, Provinsi Banten. Lahan ini nantinya akan difungsikan secara khusus sebagai lokasi pengolahan sampah organik yang berasal dari wilayah Jakarta.

Langkah penyediaan lahan baru di luar daerah ini bertujuan utama untuk mengurangi beban penampungan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Selama ini, TPST Bantargebang menjadi tumpuan utama pembuangan sampah warga Jakarta, sehingga kapasitasnya terus terbebani. Dengan adanya fasilitas baru di Legok, sebagian volume sampah, khususnya kategori organik, dapat dialihkan pengolahannya ke sana.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Gubernur DKI Jakarta
Pramono Anung
menjadwalkan kunjungan langsung ke lokasi lahan di Legok tersebut pada hari Jumat (31/7). Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau kesiapan lahan secara langsung. "Ada 40 hektare, besok saya akan melihat dan ini merupakan satu bagian dari ekosistem penanganan sampah yang ada di Jakarta," kata Pramono.

Sementara sampah organik akan dialihkan ke Legok, Pemprov DKI Jakarta juga telah merancang skema penanganan untuk sampah anorganik. Jenis sampah ini nantinya akan diolah melalui fasilitas dengan konsep kurangi, pakai kembali, dan daur ulang atau Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R). Hasil akhir dari pengolahan sampah anorganik di TPS 3R ini berupa bahan bakar alternatif yang dikenal sebagai Refuse Derived Fuel (RDF), yang nantinya akan didistribusikan untuk dikirim ke pabrik semen.

Baca Juga

Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Pemkab Usulkan Pemberhentian Sementara

Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Pemkab Usulkan Pemberhentian Sementara

Di samping penyiapan lahan baru di Banten, pembenahan di TPST Bantargebang sendiri juga mulai berjalan. Terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2026, Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan sistem controlled landfill (penimbunan terkendali) secara bertahap. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari masa transisi untuk menghentikan metode pembuangan sampah terbuka atau open dumping yang selama ini mendominasi.

Metode controlled landfill ini diterapkan dengan cara mengatur penempatan dan pemadatan sampah secara lebih tertata di area penimbunan. Setelah ditumpuk dan dipadatkan, sampah tersebut akan ditutup secara berkala menggunakan material tertentu. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar, seperti mengurangi bau tidak sedap, menekan risiko terjadinya kebakaran, meminimalkan dampak lingkungan, serta mengurangi potensi terjadinya longsor pada gunungan sampah.

Upaya pembenahan tata kelola sampah ini sejalan dengan peta jalan "Pengelolaan Sampah Jakarta 100 Persen Terkelola". Peta jalan tersebut disusun melalui kolaborasi erat antara Pemprov DKI Jakarta dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui peta jalan ini, pemerintah daerah menargetkan perubahan komposisi metode pengelolaan sampah menjadi lebih terstruktur secara bertahap.

Baca Juga

Pengunjung Rumah Hantu di Tulungagung Meninggal Dunia Setelah Keluar Wahana

Pengunjung Rumah Hantu di Tulungagung Meninggal Dunia Setelah Keluar Wahana

Berdasarkan data performa pengelolaan sampah pada kuartal II tahun 2026, praktik open dumping masih sangat mendominasi di TPST Bantargebang dengan persentase mencapai 72,56 persen dari total pembuangan. Sementara itu, volume sampah yang berhasil diolah melalui berbagai fasilitas pengolahan yang ada baru menyentuh angka 7,59 persen.

Memasuki kuartal III dan IV tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta menargetkan perubahan angka yang cukup signifikan. Porsi pembuangan dengan metode open dumping ditargetkan turun ke angka 50,34 persen. Sebaliknya, penerapan sistem controlled landfill ditargetkan mulai menyumbang porsi sebesar 8,39 persen, sedangkan kapasitas pengolahan sampah melalui berbagai fasilitas pengolahan ditargetkan melonjak menjadi 20,28 persen.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pramono AnungPemprov DKI JakartaSampah OrganikLegok BantenTPST BantargebangControlled Landfill

Berita Terbaru Lainnya

Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Pemkab Usulkan Pemberhentian SementaraPengunjung Rumah Hantu di Tulungagung Meninggal Dunia Setelah Keluar WahanaPoros Perlawanan Iran Targetkan Arab Saudi, Serangan Diduga Diluncurkan dari Wilayah IrakTrump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas dan Kelompok Bersenjata di GazaGempa M7,1 Jepang, Ribuan Warga Bertahan Tanpa Listrik dan Air Bersih di Tengah Suhu Panas EkstremKejagung Periksa Tujuh Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Mantan Jampidsus Febrie AdriansyahJejak Staf KPK Asal Kepolisian dalam Kasus Pemerasan Bupati PemalangSLIK Kredit di Bawah Rp1 Juta Dihapus, Analisis Kredit Perbankan Mulai Menyesuaikan

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap