apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Politik

Kritik Tajam atas Label Londo Ireng dari Presiden Prabowo

Usat NgajiPublished 28 Jul 2026 - 13.10 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Kritik Tajam atas Label Londo Ireng dari Presiden Prabowo
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Istilah historis "londo ireng" kini menjadi pemantik polemik baru di panggung politik nasional setelah Presiden Prabowo Subianto menggunakannya dalam pidato resmi. Label yang secara historis merujuk pada pribumi pembela penjajah tersebut justru dialamatkan kepada para pengkritik kebijakan pemerintah, termasuk jurnalis dan lembaga swadaya masyarakat. Penggunaan metafora politik ini dinilai tidak hanya keliru secara konteks, tetapi juga menunjukkan adanya resistensi kekuasaan terhadap fungsi kontrol sosial yang sah.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, menilai bahwa pelabelan tersebut salah sasaran. Menurutnya, jika ingin mencari sosok yang layak disebut sebagai pengkhianat bangsa atau "londo ireng" modern, mata presiden seharusnya tertuju pada para pejabat atau mantan pejabat yang terbukti melakukan korupsi. Nama-nama seperti Dadan Hindayana dan Nadiem Makarim, serta siapapun yang telah terbukti menilep uang rakyat, dinilai jauh lebih tepat menyandang predikat tersebut ketimbang masyarakat sipil yang bersuara kritis.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Dedi menyayangkan pernyataan tersebut keluar dari mulut seorang kepala negara kepada rakyatnya sendiri. Fenomena ini diduga kuat terjadi karena rendahnya kualitas masukan dari lingkar dalam kekuasaan yang mengelilingi presiden saat ini. Ia juga menyoroti tidak adanya figur di sekeliling presiden yang mampu memberikan pengaruh positif terhadap estetika serta substansi pidato kenegaraan. Akibatnya, pernyataan yang berpotensi memicu kegaduhan publik dan mencederai iklim demokrasi bisa lolos begitu saja tanpa ada proses penyaringan yang memadai.

Also Read

Alasan di Balik Keputusan Mendadak Amerika Serikat Menghentikan Gempuran ke Iran

Alasan di Balik Keputusan Mendadak Amerika Serikat Menghentikan Gempuran ke Iran

Pernyataan kontroversial ini pertama kali dilontarkan Prabowo pada puncak peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menuding ada kelompok jurnalis, pengamat, dan LSM yang bertindak layaknya kaki tangan asing di era modern. Tuduhan ini langsung memantik reaksi keras dari komunitas pers. Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen, Bayu Wardhana, mendesak presiden untuk segera meminta maaf atas analogi yang dinilai mendiskreditkan profesi jurnalis tersebut.

Bayu menegaskan bahwa jurnalis bekerja berdasarkan fakta lapangan dan kode etik jurnalistik yang ketat, bukan demi melayani kepentingan asing. Ia mencontohkan pemberitaan mengenai kasus keracunan dalam uji coba program makan bergizi gratis yang merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo. Alih-alih melihat laporan jurnalistik tersebut sebagai serangan personal atau bentuk pengkhianatan terhadap negara, kepala negara seharusnya memandangnya sebagai kritik konstruktif. Menyerang pembawa berita dinilai tidak akan menyelesaikan masalah mendasar, melainkan justru memperburuk tata kelola program yang sedang berjalan.

Also Read

Komdigi Ajak Masyarakat Fokus pada Kerja Nyata ketimbang Polemik Londo Ireng

Komdigi Ajak Masyarakat Fokus pada Kerja Nyata ketimbang Polemik Londo Ireng

Pada akhirnya, perdebatan mengenai istilah "londo ireng" ini menjadi refleksi penting bagi jalannya demokrasi di Indonesia. Ketika kritik publik dan kerja jurnalistik dianggap sebagai ancaman asing, ruang demokrasi terancam menyempit. Publik kini menanti apakah pemerintah akan memperbaiki pola komunikasinya atau justru memperlebar jarak dengan masyarakat yang terus menuntut transparansi dan akuntabilitas dari para pemegang kekuasaan.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

Prabowo Subiantolondo irengAliansi Jurnalis IndependenDemokrasi IndonesiaKritik Pemerintah

Berita Terbaru Lainnya

Pasar Saham Tetap Tenang Hadapi Pengunduran Diri Perry WarjiyoMenjaga Stabilitas Rupiah Jadi Fokus Utama Pertemuan KSSK di IstanaRupiah Tembus 18 Ribu dan IHSG Melemah Akibat Efek Mundurnya Perry WarjiyoIHSG Mampu Bertahan dari Guncangan Setelah Pengunduran Diri Perry WarjiyoPotensi Dana Haji Rp180 Triliun Menjadi Penjaga Stabilitas Pasar Modal NasionalPemerintah Siapkan Insentif Khusus untuk Mobil dan Motor Listrik NasionalAlasan di Balik Keputusan Mendadak Amerika Serikat Menghentikan Gempuran ke IranKomdigi Ajak Masyarakat Fokus pada Kerja Nyata ketimbang Polemik Londo Ireng

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap