Kobaran Api Kepung Eropa, Seperempat Juta Jiwa Terpaksa Mengungsi

Parlin SinagaPublished 26 Jul 2026 - 15.20 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Kobaran Api Kepung Eropa, Seperempat Juta Jiwa Terpaksa Mengungsi
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Gelombang panas yang memanggang kawasan Eropa selatan dan barat telah berubah menjadi mimpi buruk yang melumat ribuan hektar lahan. Lebih dari seperempat juta penduduk di Prancis dan Spanyol meninggalkan rumah dalam kepanikan, sementara angin kencang dan suhu ekstrem terus menggiring lidah api mendekati permukiman padat. Pusat kebakaran yang hanya berjarak sekitar 40 kilometer dari jantung kota Bordeaux mengirimkan asap pekat dan bau sangit yang menusuk hingga ke tengah kota, menciptakan pemandangan yang oleh seorang wisatawan disebut "menakutkan".

Di Prancis, sekitar 200.000 warga dari wilayah Gironde dan Landes mengungsi setelah tujuh kota di sebelah barat Bordeaux diperintahkan kosong total. Spencer Randall, seorang pelancong yang melarikan diri bersama keluarganya hingga 160 kilometer ke timur, mengatakan bahwa meski sudah jauh dari titik api, aroma kebakaran masih begitu kuat. "Angin yang cukup kencang mengobarkan kobaran api, sungguh menakutkan," tuturnya, menggambarkan betapa dahsyatnya situasi yang dihadapi warga dan petugas di lapangan.

Also Read

Usai Final Piala Dunia, Messi dan De Paul Resmi Istirahat dari Panggung All-Star MLS

Untuk menahan laju api, pemerintah Prancis mengerahkan 500 personel militer yang akan segera ditambah menjadi 1.000 orang. Mereka bahu-membahu dengan pemadam membuat sekat bakar dan membersihkan semak belukar. Presiden Emmanuel Macron menggelar rapat darurat bersama jajaran menteri guna mengoordinasikan penanganan sekitar 30 titik api yang oleh pemerintah disebut sebagai situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dampak krisis ini bahkan merambat ke dunia olahraga: rute babak akhir Tour de France dipangkas dari 133 kilometer menjadi hanya 89 kilometer agar personel keamanan bisa dialihkan ke lokasi bencana.

Spanyol tak kalah mencekam. Hampir 60.000 orang dievakuasi dari wilayah Madrid dan Ávila, sementara lebih dari 28.000 lainnya diminta bertahan di dalam rumah. Presiden Regional Madrid, Isabel Díaz Ayuso, menyebut kebakaran ini sebagai yang terburuk dalam sejarah kawasan itu. Seorang pria lansia ditemukan tewas di dalam mobilnya di Manises, València, saat petugas berjuang memadamkan api. Meski begitu, sedikit penurunan suhu dan peningkatan kelembapan memberi secercah harapan. Perdana Menteri Pedro Sánchez berkata, "Saat ini, kita memiliki ruang kesempatan untuk menanggulangi kebakaran hutan, melindungi dan menyelamatkan nyawa, serta secara efektif berusaha mengendalikan api."

Also Read

Lando Norris Terkejut, Pole McLaren Lahir dari Lap Tak Maksimal

Skala kerusakan musim ini sungguh masif. Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, melaporkan bahwa 98.000 hektar lahan telah hangus sepanjang tahun ini, sementara Sánchez menyebutkan angka 130.000 hektar di Spanyol, jauh melampaui rata-rata tahunan satu dekade terakhir yang sebesar 100.000 hektar. Di luar dua negara itu, krisis menjalar: Pulau Sisilia di Italia mencatat lebih dari 350 titik kebakaran, dan Taman Nasional Cairngorms di Skotlandia bergulat dengan api yang tak kunjung padam selama 10 hari. Uni Eropa pun mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil, menerbangkan armada pesawat pemadam, helikopter, serta tim ahli dari Kroasia, Portugal, Republik Ceko, Slovakia, Rumania, dan Yunani. Solidaritas lintas negara menjadi napas terakhir di tengah benua yang terbakar.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca