Kisah Nelayan Cirebon Menemukan Harta Karun Sriwijaya Senilai Ratusan Miliar Rupiah

Uria Anyi ApuiPublished 27 Jul 2026 - 07.040 Reads
Bagikan WhatsAppX
Kisah Nelayan Cirebon Menemukan Harta Karun Sriwijaya Senilai Ratusan Miliar Rupiah
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pagi hari di tahun 2003 bermula seperti biasa bagi seorang nelayan di Cirebon. Ia melaut hingga ke titik 70 kilometer dari garis pantai perairan Laut Jawa, lalu menurunkan jaringnya di kedalaman sekitar 50 meter. Lokasi itu dikenal sebagai jalur lalu lalang ikan yang potensial. Namun, alih-alih membawa pulang ikan melimpah untuk menghidupi keluarga hari itu, jaringnya justru tersangkut pada sebuah portal waktu masa lalu yang terkubur di dasar samudra.

Saat menarik jaringnya kembali ke atas geladak kapal, nelayan tersebut merasakan beban yang luar biasa berat. Setelah mengerahkan seluruh tenaganya, ia terkejut menemukan tumpukan keramik tua yang tersangkut di antara jaring. Penemuan tidak sengaja ini segera memicu penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang dan perusahaan swasta dengan izin resmi pemerintah. Siapa sangka, titik koordinat tempatnya memancing menyimpan salah satu situs kapal karam paling berharga di dunia yang kini dikenal sebagai Cirebon Wreck.

Also Read

Kisah Gerakan Cinta Rupiah yang Gagal Menyelamatkan Ekonomi dari Badai Moneter

Ekskavasi arkeologi bawah air kemudian menyingkap skala temuan yang sangat mencengangkan. Peneliti Pusat Arkeologi Nasional, Eka Asih, dalam publikasinya tahun 2016 mencatat ada 314.171 objek keramik, mulai dari piring, mangkuk, hingga porselen halus. Tak hanya itu, penelitian lain oleh Michael S. Krzemnick dan tim pada tahun 2017 mengungkapkan keberadaan 12.000 butir mutiara bernilai tinggi, ribuan permata, serta perhiasan emas. Nilai total dari harta karun purbakala ini ditaksir mencapai angka fantastis Rp 720 miliar, menjadikannya penemuan arkeologi bawah laut terbesar di awal abad ke-21.

Nilai sejarah dari muatan kapal ini jauh melampaui nominal rupiahnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa keramik-keramik tersebut berasal dari masa kekuasaan Dinasti Tang di China, sekitar abad ke-9 hingga ke-10 Masehi. Pada era itu, porselen China merupakan komoditas mewah yang sangat dicari di pasar internasional. Menariknya, kapal yang mengangkut komoditas berharga ini bukanlah kapal asing dari Arab atau China, melainkan kapal kayu khas Nusantara. Hal ini diperkuat oleh analisis komparatif arkeolog yang mencocokkan temuan keramik di Cirebon dengan situs-situs peninggalan di Sumatera Selatan.

Also Read

Kisah Maharaja Bhupinder Singh dan Warisan Kemewahan Patiala

Keberadaan kapal Nusantara ini menjadi bukti nyata kejayaan maritim Kerajaan Sriwijaya yang kala itu berada di puncak kekuasaannya. Kapal tersebut diduga kuat sedang berlayar membawa barang dagangan dari wilayah Sumatera Selatan menuju pelabuhan-pelabuhan di pesisir utara Jawa bagian timur. Sayangnya, pelayaran niaga tersebut harus berakhir tragis di perairan Cirebon akibat karam. Ribuan harta karun itu pun terkubur sunyi di dasar laut selama seribu tahun, sebelum akhirnya jaring seorang nelayan lokal membukanya kembali untuk dunia.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca