Sungai sering kali dianggap sebagai urat nadi peradaban manusia sejak zaman dahulu, namun ironisnya kini kerap diperlakukan layaknya tempat pembuangan sampah raksasa. Menghadapi kontradiksi yang memprihatinkan ini, momentum peringatan Hari Sungai Nasional 2026 menjadi alarm keras bagi seluruh lapisan masyarakat untuk segera mengubah cara pandang mereka terhadap aliran air di sekitar kita. Sungai bukan sekadar saluran air yang mengalir pasif menuju laut, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi keberlangsungan hidup generasi mendatang yang kelestariannya harus dijaga secara ketat dan kolektif.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengingatkan bahwa upaya pemulihan ekosistem air ini tidak akan pernah berhasil jika hanya dibebankan kepada pundak pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi erat yang melibatkan seluruh elemen masyarakat serta sektor swasta. Langkah bersama ini sangat krusial mengingat sungai memegang peran yang sangat vital dalam menyokong kehidupan sehari-hari. Mulai dari penyedia air baku untuk konsumsi rumah tangga, sistem irigasi pertanian yang menghidupi ketahanan pangan, penyeimbang ekosistem hayati, penangkal bencana banjir, hingga penopang perekonomian warga, semuanya sangat bergantung pada kesehatan aliran sungai tersebut.








