apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Budaya

Ketika Layar Kalah oleh Upih Pinang di Aceh Besar

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 25 Jul 2026 - 23.03 · 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ketika Layar Kalah oleh Upih Pinang di Aceh Besar
Foto/Ilustrasi: Liputan6
A-A+

Di bawah langit Sabtu pagi yang cerah di Desa Wisata Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, pemandangan berbeda tersaji. Puluhan anak usia sekolah dasar berkumpul bukan untuk menatap ponsel atau konsol gim, melainkan untuk menggenggam pelepah pinang kering, bilah bambu, dan papan kayu panjang. Itulah hari pertama Festival Permainan Tradisional Anak yang digelar pada 25 Juli 2026, merayakan warisan luhur yang nyaris terlupa.

Sorak sorai paling riuh terdengar dari arena tarik upih pinang, atau yang dalam bahasa Aceh disebut tarek situek. Dua anak duduk bertumpu di atas pelepah pinang yang telah dilicinkan, masing-masing berpegangan erat pada seutas tali. Dua kelompok yang lain di ujung berlawanan siap menarik. Begitu aba-aba terdengar, otot-otot kecil mereka mengencang, kaki menjejak tanah berpasir, sementara penonton—sebagian besar orang tua dan warga—melompat-lompat memberi semangat. Permainan yang mengandalkan keseimbangan dan kekuatan kolektif ini tidak hanya memacu adrenalin, tetapi juga menghidupkan kembali filosofi gotong royong yang menjadi nadi masyarakat Aceh.

Tak jauh dari situ, derap langkah kayu bambu terdengar gemerincing. Di arena egrang, para peserta berusaha menjaga titik berat badan pada dua galah panjang dengan pijakan kaki yang sempit. Ada yang melangkah gagah sejauh lima meter sebelum oleng, ada pula yang baru naik sudah jatuh disambut tawa teman-teman. Namun, tidak ada tangis atau rasa malu yang tersisa. Setiap jatuh justru melatih kegigihan, mengubah ambruknya tubuh menjadi pelajaran berharga tentang pantang menyerah. Bagi generasi yang terbiasa dengan kepuasan instan, egrang menjadi guru yang mengajarkan bahwa proses sepadan dengan hasil.

Baca Juga

KRL Angke–Manggarai Sempat Terganggu akibat Mobil Tertemper di Antara Tanah Abang-Karet

KRL Angke–Manggarai Sempat Terganggu akibat Mobil Tertemper di Antara Tanah Abang-Karet

Sementara itu, permainan bakiak menghadirkan adu cepat yang menegangkan sekaligus kompak. Tiga anak berdiri di atas sandal kayu sepanjang hampir dua meter, kaki mereka terikat selot, bergerak kiri-kanan-kiri secara serempak. Begitu komando berbunyi, tiap kelompok berusaha menyatukan ritme. Kekompakan menjadi kunci; jika satu anak saja terlambat mengangkat kaki, seluruh tim bisa terguling. Di sinilah komunikasi tanpa kata terasah—sebuah senyum dan anggukan kecil antara rekan satu tim menjadi penentu kemenangan. Bakiak merajut kebersamaan yang melebihi sekadar lomba.

Festival yang diselenggarakan di Desa Wisata Lubok Sukon ini bukan sekadar arena bermain, melainkan juga benteng budaya di tengah arus digital tak terbendung. Dengan menghadirkan permainan yang memanfaatkan bahan alam dan menggerakkan seluruh tubuh, anak-anak diajak kembali pada ruang interaksi nyata. Mereka tidak lagi berhadapan dengan avatar di layar, melainkan dengan sahabat yang sama-sama berkeringat dan tertawa. Nilai-nilai seperti kesabaran, kerja sama, dan sportivitas yang sering kali abstrak dalam kelas, mendadak menjadi sangat konkret setiap kali sepatu kayu melangkah maju atau pelepah pinang terdorong oleh kekuatan bersama.

Baca Juga

Nasib Praperadilan Febrie Adriansyah Ditentukan Pekan Ini

Nasib Praperadilan Febrie Adriansyah Ditentukan Pekan Ini

Di balik gelak tawa itu, tersimpan misi lebih dalam: memastikan tarek situek, egrang, dan bakiak tetap dikenang bukan hanya sebagai foto kenangan, melainkan sebagai permainan hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Desa Wisata Lubok Sukon dengan festival ini membuktikan bahwa masa kecil tidak harus selalu berteman dengan gawai; pelepah pinang dan bambu pun bisa menjadi sahabat yang mengajarkan lebih banyak tentang arti keseimbangan—baik di atas tanah maupun dalam kehidupan. Sabtu itu, layar-layar digital kalah oleh kilau keringat dan senyum anak-anak Aceh.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

permainan tradisionalanak-anakAcehfestivalegrangbakiak

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan · 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap