Kekosongan kursi Wakil Menteri Pertanian tidak menyurutkan langkah Kementerian Pertanian dalam menjalankan program-program strategisnya. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa roda organisasi di kementeriannya tetap berputar normal dan kinerjanya dipastikan aman. Kepindahan Sudaryono, yang kini resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, tidak menjadi batu sandungan bagi jalannya birokrasi pertanian di tanah air.
Saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Amran menyampaikan keyakinannya dengan nada optimistis. Baginya, ketiadaan pendamping untuk sementara waktu bukanlah kendala besar yang dapat menghambat pencapaian target-target kementerian. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh program kerja yang sedang berjalan tetap terealisasi dengan baik demi menjaga ketahanan pangan nasional.
Mengenai siapa sosok yang akan mengisi posisi lowong tersebut, Amran menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan kesiapannya untuk mengikuti dan mendukung apa pun keputusan yang diambil oleh Kepala Negara. Sikap ini menunjukkan kepatuhan birokrasi dan kepercayaan penuh terhadap kepemimpinan presiden dalam menentukan formasi kabinet terbaik.
Pemerintah Kantongi Komitmen Investasi Asing Ratusan Triliun Rupiah untuk Dorong Lapangan Kerja

Meski Amran sempat memberikan sinyal bahwa nama calon wakil menteri baru sebenarnya sudah disiapkan, ia tetap enggan membeberkan identitas figur tersebut ke publik. Ia meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu pengumuman resmi dari Istana Kepresidenan. Menurutnya, doa terbaik dan kepatuhan terhadap arahan presiden adalah sikap paling bijak saat ini.
Di sisi lain, pihak Istana tampaknya belum terburu-buru untuk mengisi kekosongan ini. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa hingga kini Presiden Prabowo belum membahas secara khusus mengenai pengisian jabatan Wakil Menteri Pertanian yang ditinggalkan oleh Sudaryono. Hal ini mengindikasikan adanya skala prioritas lain yang sedang diselesaikan oleh pemerintah dalam masa transisi kelembagaan.
Transisi kepemimpinan ini bermula ketika Sudaryono dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional untuk menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena faktor kesehatan. Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 78/P Tahun 2026. Pergeseran posisi yang cepat ini menuntut adaptasi kilat di kedua lembaga, baik di Kementerian Pertanian maupun di Badan Gizi Nasional yang baru terbentuk.
Kabinet Prabowo Subianto Diisi Sejumlah Menteri Era Jokowi, Koalisi Sipil Bentuk Kabinet Bayangan

Menanggapi tugas baru yang diemban oleh mantan wakilnya, Amran menitipkan satu pesan penting kepada Sudaryono. Ia menekankan pentingnya penerapan sistem merit atau meritokrasi dalam pengelolaan Badan Gizi Nasional. Menurut Amran, pengelolaan lembaga yang berbasis pada kompetensi dan prestasi akan menjadi kunci sukses bagi efektivitas kerja badan baru tersebut dalam melayani masyarakat.
Dengan komitmen kerja yang tetap terjaga di Kementerian Pertanian dan proses transisi yang berjalan di Badan Gizi Nasional, publik kini menanti langkah selanjutnya dari Presiden Prabowo. Kekosongan jabatan wamentan ini menjadi ujian tersendiri bagi soliditas birokrasi pertanian, namun kepemimpinan Amran sejauh ini menunjukkan bahwa sistem yang ada cukup tangguh untuk tetap berjalan mandiri.






