Kejaksaan Distrik Selatan Israel secara resmi telah menjatuhkan dakwaan terhadap seorang warga negara Israel bernama Yinon Levy. Ia didakwa atas tuduhan pembunuhan tidak sengaja atau reckless manslaughter terkait dengan peristiwa penembakan yang menewaskan seorang aktivis asal Palestina, Odeh Hathaleen. Insiden tragis yang merenggut nyawa Hathaleen ini terjadi pada bulan Juli 2025 di wilayah Tepi Barat. Langkah hukum yang diambil oleh otoritas kejaksaan Israel ini menarik perhatian publik karena dinilai sebagai tindakan hukum yang sangat jarang terjadi terhadap warga Israel di wilayah pendudukan tersebut.
Berdasarkan kronologi kejadian, insiden tersebut bermula ketika sejumlah pemukim mengoperasikan alat berat berupa ekskavator di wilayah desa Umm al-Khair, Palestina. Aktivitas alat berat ini kemudian memicu konfrontasi dan ketegangan dengan warga lokal setempat yang berusaha mempertahankan wilayah mereka. Di tengah situasi konfrontasi yang memanas tersebut, Yinon Levy dilaporkan mengokang senjata api miliknya lalu melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga hingga mengenai Odeh Hathaleen. Setelah tembakan fatal tersebut, Levy juga melepaskan beberapa tembakan susulan ke udara sebagai tembakan peringatan. Selain didakwa atas pembunuhan tidak sengaja, kejaksaan juga mendakwa Levy atas tuntutan penerobosan bersenjata serta perusakan properti secara sengaja. Di lokasi kejadian, terdapat pula Mattan Berner-Kadish, seorang aktivis berkebangsaan Israel-Amerika yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.








