apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/General News

Kampung Kuta Mengajarkan Satu Hal yang Dilupakan Manusia

Andi TobanDiterbitkan 3 Agu 2026 - 08.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kampung Kuta Mengajarkan Satu Hal yang Dilupakan Manusia
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Kampung Adat Kuta, yang terletak di Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menawarkan sebuah potret kehidupan yang bersahaja namun sarat akan makna. Berjarak sekitar 146 kilometer dari pusat Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, pemukiman adat ini memegang teguh adat istiadat leluhur di tengah arus modernisasi. Berdasarkan data administratif yang disampaikan oleh Kepala Desa Kampung Adat Kuta, Ngudiarto, tercatat ada 117 kepala keluarga yang terdaftar di wilayah ini. Kendati demikian, saat ini hanya ada 109 kepala keluarga yang secara nyata menetap dan menjalani kehidupan sehari-hari di kampung tersebut.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Kehidupan di Kampung Adat Kuta diatur oleh berbagai ketentuan adat yang ketat, terutama terkait dengan pembangunan tempat tinggal. Rumah-rumah di kampung ini wajib berbentuk panggung dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu dan atap dari ijuk, serta ditopang oleh pondasi batu. Secara arsitektur, bangunan rumah harus berbentuk persegi panjang dan dilarang keras menyerupai huruf L atau U. Selain itu, pintu rumah antar-tetangga tidak boleh saling berhadapan secara langsung. Sebagai gambaran, rumah yang dihuni oleh salah satu warga bernama Tisna memiliki tata ruang sederhana yang terdiri dari dua kamar bersebelahan, dapur di sisi kiri, serta kamar mandi yang terletak di luar bangunan utama.

Sebelum mendirikan rumah, setiap warga diwajibkan menjalani ritual khusus untuk memohon restu dari para leluhur. Ritual ini menggunakan media gula dan pare atau padi. Jika dalam prosesi ritual tersebut gula yang disediakan dikerubuti oleh banyak semut atau parenya menjadi berantakan, hal itu dianggap sebagai tanda bahwa leluhur tidak merestui, sehingga pembangunan rumah tidak boleh dilaksanakan di lokasi tersebut. Ketentuan ini mencerminkan kepatuhan spiritual masyarakat setempat terhadap tanda-tanda alam dan petunjuk leluhur.

Baca Juga

Modus Baru Penyelundupan Narkoba Terbongkar, Vape Etomidate Masuk dari Malaysia

Modus Baru Penyelundupan Narkoba Terbongkar, Vape Etomidate Masuk dari Malaysia

Salah satu keunikan geologis yang melahirkan larangan adat di Kampung Adat Kuta adalah kondisi tanahnya. Di kampung ini, tidak ada satu pun rumah yang memiliki sumur, dan wilayah tersebut juga tidak memiliki area pemakaman sendiri. Apabila ada warga yang meninggal dunia, jenazahnya akan dimakamkan di kampung tetangga. Larangan menggali sumur dan membuat pemakaman ini disebabkan karena Kampung Adat Kuta berdiri di atas tanah bergerak yang di bawahnya terdapat lapisan pasir. Penggalian tanah yang terus-menerus dan terlalu dalam dikhawatirkan dapat memicu bencana longsor. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, warga mengandalkan pasokan air bersih yang dikirimkan menggunakan truk milik Palang Merah Indonesia (PMI).

Aspek kesederhanaan dan kesetaraan juga tercermin dari struktur sosial masyarakatnya. Juru kunci hutan adat Kuta, Maman Sarno, menjelaskan bahwa nama Kuta memiliki arti Mahkota. Makna ini mengisyaratkan bahwa di kampung adat ini tidak ada sistem kepangkatan atau jabatan resmi bagi warganya. Oleh karena itu, warga yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS), tentara, maupun polisi yang masih aktif dilarang keras untuk tinggal menetap di dalam kampung. Jika ada warga setempat yang berhasil lolos seleksi PNS, mereka diwajibkan untuk pindah dan keluar dari Kampung Adat Kuta. Aturan ini dikecualikan bagi para pensiunan PNS, TNI, dan Polri, yang diperbolehkan kembali menetap setelah mereka tidak lagi berstatus aktif.

Baca Juga

Senin Pagi, Warga Jakarta Selatan Alami Pemadaman Listrik Mendadak

Senin Pagi, Warga Jakarta Selatan Alami Pemadaman Listrik Mendadak

Selain pembatasan status profesi, ketahanan sosial warga juga diuji melalui tradisi Larangan Bulan yang diadakan setiap tiga bulan sekali. Sekretaris Adat Kampung Kuta, Firman Khabibi, menuturkan bahwa dalam tradisi tersebut, terdapat satu hari khusus di mana seluruh warga dilarang untuk berbelanja atau membeli barang apa pun. Aturan ini mendidik warga untuk mengendalikan konsumsi dan menghargai apa yang telah mereka miliki. Kedisiplinan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan pun terlihat nyata dari kebiasaan sehari-hari. Sebagai contoh, nama Tisna bahkan terukir dengan cat putih di atas jalan aspal di depan rumahnya sebagai penanda batas wilayah yang menjadi tanggung jawab keluarganya dalam menjaga kebersihan. Melalui berbagai kearifan lokal ini, Kampung Adat Kuta mengajarkan pentingnya keselarasan dengan alam dan pembatasan diri yang kerap dilupakan oleh manusia modern.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jawa BaratKampung Adat KutaCiamisKearifan LokalBudaya Sunda

Berita Terbaru Lainnya

Detik-Detik Ustaz Ahmad Firdaus Berpulang Saat Ceramah Kematian dan Selawat di Jakarta TimurPolisi Segera Tutup Penyelidikan Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn WijayaSejumlah Wilayah Jakarta Selatan hingga Tangerang Selatan Alami Mati Listrik Senin PagiRayakan Tiga Dekade Berkarya, UNGU Rilis Lagu Baru Utara-SelatanAS dan Jepang Lakukan Intervensi Bersama Perkuat Yen, Donald Trump Sebut Sinyal PersahabatanAS-Jepang Bersatu Selamatkan Yen dari Jurang Maut, Intervensi DimulaiDaftar Terbaru Orang Terkaya di Dunia, Ada Kejutan?Net Buy Rp7,1 Triliun Pekan Lalu, Apakah Investor Asing Benar-Benar Kembali?

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap