Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memanfaatkan momentum penyelenggaraan Kalsel Expo 2026 di Banjarbaru untuk mengenalkan teknologi pertanian terbaru kepada masyarakat luas. Dalam ajang yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, stan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel menampilkan berbagai sarana edukasi interaktif. Salah satu daya tarik utama yang dipamerkan adalah traktor apung, sebuah alat mekanisasi yang dirancang khusus untuk mengolah tanah di kawasan lahan basah atau rawa. Selain pameran sektor pertanian, Kalsel Expo 2026 juga dimeriahkan oleh kehadiran ratusan UMKM yang berada di bawah binaan sejumlah perusahaan pertambangan di wilayah tersebut.
Kehadiran teknologi mekanisasi di pameran ini menjadi bagian dari langkah nyata pemerintah daerah yang tengah gencar meningkatkan edukasi pertanian modern demi menarik minat generasi muda. Upaya sosialisasi ini dinilai krusial mengingat posisi penting Kalimantan Selatan yang selama ini menjadi sentra pangan utama di seluruh regional Kalimantan. Tanpa adanya keterlibatan aktif dari generasi penerus, keberlanjutan pasokan pangan di kawasan ini dikhawatirkan dapat terganggu di masa depan.
Kepala Dinas PKP Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, memaparkan bahwa sektor pertanian saat ini dihadapkan pada sejumlah tantangan yang tidak ringan. Beberapa kendala utama yang sedang dihadapi antara lain adalah maraknya alih fungsi lahan pertanian, dampak nyata dari perubahan iklim, serta terus berkurangnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. Terlebih lagi, mayoritas petani yang aktif menggarap lahan di Kalimantan Selatan saat ini didominasi oleh kelompok usia tua. Oleh karena itu, Syamsir menekankan pentingnya langkah regenerasi petani yang didukung oleh implementasi sistem pertanian modern, mekanisasi alat mesin pertanian, serta berbagai inovasi teknologi.
Kebakaran Lahan Ilalang di Jalur Arteri Tasikmalaya-Bandung Ganggu Jarak Pandang Pengemudi

Di tengah tantangan tersebut, Kalimantan Selatan terus berupaya memacu produktivitas padi daerah. Pada tahun 2025, angka produksi padi di provinsi ini tercatat mencapai 1,179 juta ton. Untuk tahun 2026, pemerintah daerah menetapkan target produksi yang lebih tinggi, yaitu sebesar 1,3 juta ton padi. Target baru ini merepresentasikan kenaikan sekitar 15 persen dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya. Sebagai bagian dari strategi pencapaian target, pemerintah memanfaatkan potensi lahan rawa seluas 15 ribu hektare untuk ditanami komoditas padi dan palawija.
Kendati target peningkatan produksi telah dicanangkan, sektor pertanian Kalsel saat ini juga harus bersiap menghadapi ancaman alam. Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 6.000 hektare tanaman padi di sejumlah wilayah Kalsel yang sedang mengalami kekeringan parah dan terancam mengalami gagal panen. Kondisi ini menjadi bukti nyata tantangan perubahan iklim yang harus diantisipasi dengan sistem pengelolaan air dan pertanian yang lebih adaptif.
Polda Jawa Tengah Olah TKP Kebakaran Gudang Limbah di Brebes

Selain menampilkan teknologi traktor apung untuk lahan basah, stan milik DPKP Kalsel di pameran tersebut juga menjadi sarana pelestarian plasma nutfah lokal. Petugas memamerkan aneka buah-buahan asli Kalimantan Selatan yang saat ini statusnya sudah hampir punah, seperti buah mentega, kapul, dan mata kucing. Upaya mengenalkan kembali buah-buahan lokal ini bersanding dengan edukasi alat pertanian modern, dengan harapan dapat membuka wawasan generasi muda bahwa sektor pertanian tidak hanya sekadar bercocok tanam tradisional, melainkan sebuah industri yang sarat inovasi, teknologi, dan pelestarian lingkungan.






