Kebakaran melanda lahan ilalang yang terletak di jalur arteri Gentong, Desa, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Peristiwa kebakaran ini terjadi pada hari Minggu, tanggal 16 Agustus. Akibat dari kebakaran lahan ilalang tersebut, kepulan asap putih tebal membubung tinggi ke udara dan menyelimuti jalan raya. Asap putih yang mengepul dari lokasi kebakaran ini mengganggu jarak pandang para pengemudi kendaraan yang sedang melintas di jalur arteri tersebut, sehingga membahayakan keselamatan lalu lintas.
Sebagai upaya penanganan cepat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya bersama dengan petugas pemadam kebakaran segera turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman di area lahan ilalang yang terbakar tersebut. Untuk menjinakkan kobaran api dan mengendalikan kepulan asap, petugas mengerahkan sebanyak dua unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian di Kecamatan Kadipaten. Berkat kesiapan petugas gabungan, upaya pemadaman di jalur Gentong tersebut dapat dilaksanakan secara intensif guna mencegah dampak yang lebih luas bagi pengguna jalan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, memberikan imbauan khusus terkait kejadian ini. Roni AKS menyarankan agar para pengemudi yang sedang melakukan perjalanan dari arah Tasikmalaya menuju ke Bandung untuk bersikap ekstra hati-hati saat melewati jalur tersebut demi menghindari kecelakaan akibat terbatasnya jarak pandang. Lebih lanjut, Roni AKS menjelaskan bahwa fenomena alam El Nino yang terjadi saat ini menjadi penyebab utama kondisi wilayah menjadi sangat kering. Kondisi kekeringan ekstrem ini membuat berbagai lahan kering di wilayah Tasikmalaya menjadi sangat rawan dan mudah terbakar.
Kalsel Dorong Edukasi Pertanian Modern untuk Tarik Minat Generasi Muda

Kebakaran lahan di Kabupaten Tasikmalaya pada musim kemarau ini tidak hanya terjadi di jalur Gentong saja. BPBD mencatat peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga melanda beberapa wilayah lainnya, seperti di Kecamatan Cipatujah, lahan bambu yang berada di Kecamatan Manonjaya, serta Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cinangsi yang berlokasi di Kecamatan Mangunreja. Berdasarkan laporan terkini, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Cipatujah sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas. Namun, situasi berbeda terjadi di TPA Cinangsi, Kecamatan Mangunreja, di mana titik api dilaporkan masih menyala dan terus diupayakan pemadamannya.
Dampak buruk dari bencana El Nino ini juga memicu perluasan kondisi kering di berbagai wilayah, yang berujung pada terjadinya krisis air bersih bagi masyarakat. Krisis air bersih ini kini telah menyebar luas hingga mencakup 19 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Akibat musim kemarau yang berkepanjangan ini, banyak warga yang tinggal di daerah pelosok kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini terjadi karena sumur-sumur gali milik warga yang biasanya menjadi sumber air utama telah mengering akibat penurunan permukaan air tanah.
Agus Jabo Ungkap Upaya Kemensos Percepat Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Kesulitan warga dalam memperoleh air bersih semakin diperparah karena sumur gali milik mereka yang memiliki kedalaman berkisar antara 20 hingga 25 meter telah sepenuhnya kering tanpa menyisakan air. Menyikapi situasi darurat kekeringan serta ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kian meluas ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya di Jawa Barat secara resmi telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah setempat terus mengantisipasi dampak buruk musim kemarau ini, yang tidak hanya mengancam ketersediaan air bersih bagi warga, melainkan juga berpotensi mengakibatkan ribuan hektare lahan pertanian di wilayah tersebut mengalami kekeringan ekstrem hingga mengalami gagal panen.






