apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Sosial Budaya

Kalender Jawa Agustus 2026, Panduan Weton, Pasaran, dan Hari Baik untuk Berbagai Kegiatan

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 1 Agu 2026 - 18.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kalender Jawa Agustus 2026, Panduan Weton, Pasaran, dan Hari Baik untuk Berbagai Kegiatan
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Penggunaan sistem penanggalan tradisional masih memegang peranan penting dalam kehidupan sosial dan budaya sebagian masyarakat di Indonesia. Memasuki bulan Agustus 2026, masyarakat kembali merujuk pada kalender Jawa untuk menyelaraskan berbagai aktivitas dengan perhitungan adat. Berdasarkan perhitungan penanggalan Jawa, bulan Agustus 2026 ini akan bertepatan dengan dua bulan penting dalam sistem kalender tersebut, yaitu bulan Sapar (Safar) dan bulan Mulud (Rabiul Awal).

Apabila merujuk pada penanggalan masehi, hari pertama bulan ini, yaitu tanggal 1 Agustus 2026, bertepatan dengan tanggal 17 Sapar 1960 Ja. Sementara itu, penghujung bulan yang jatuh pada tanggal 31 Agustus 2026 akan bertepatan dengan tanggal 17 Mulud 1960 Ja. Pergeseran bulan ini menjadi acuan penting bagi masyarakat yang ingin menghitung hari baik maupun menentukan waktu pelaksanaan kegiatan adat sepanjang bulan tersebut.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Keunikan dari sistem penanggalan Jawa ini terletak pada metodenya yang mengombinasikan beberapa siklus alam dan budaya sekaligus. Kalender ini mengintegrasikan siklus matahari (solar), siklus bulan (lunar), serta unsur kebudayaan lokal setempat. Dalam praktiknya, perhitungan weton atau hari lahir seseorang dalam tradisi Jawa didasarkan pada kombinasi dua siklus hari yang berjalan beriringan.

Baca Juga

Bandara Ngurah Rai Sempat Dipenuhi Asap, Polisi Ungkap Pemicu Awal Kebakaran

Bandara Ngurah Rai Sempat Dipenuhi Asap, Polisi Ungkap Pemicu Awal Kebakaran

Kedua siklus tersebut adalah siklus mingguan atau yang dikenal dengan nama Saptawara, serta siklus pasaran atau Pancawara. Siklus Saptawara terdiri dari tujuh hari seperti pada kalender masehi, yaitu Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Di sisi lain, siklus Pancawara terdiri dari lima hari pasaran tradisional Jawa, yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Penggabungan antara siklus Saptawara dan Pancawara ini menghasilkan siklus unik 35 hari yang menjadi dasar utama dalam perhitungan weton.

Hingga saat ini, kalender Jawa untuk bulan Agustus 2026 kerap digunakan oleh masyarakat untuk menentukan hari baik sebelum melaksanakan berbagai hajat besar. Beberapa aktivitas penting yang perencanaannya sering kali merujuk pada kalender ini meliputi pemilihan tanggal pernikahan, penentuan waktu yang tepat untuk mulai membangun rumah baru, pelaksanaan prosesi pindah rumah, hingga pemilihan hari untuk memulai suatu usaha baru agar berjalan lancar.

Baca Juga

Jumat Kliwon Agustus 2026, Jadwal, Perhitungan Neptu, dan Maknanya dalam Penanggalan Jawa

Jumat Kliwon Agustus 2026, Jadwal, Perhitungan Neptu, dan Maknanya dalam Penanggalan Jawa

Selain untuk kepentingan pribadi dan keluarga, kalender Jawa juga memiliki peran vital dalam menentukan waktu pelaksanaan ritual-ritual adat di tingkat desa atau komunitas. Beberapa upacara adat tradisional yang penentuannya didasarkan pada penanggalan ini meliputi kegiatan bersih desa, malam tirakatan, peringatan maulid nabi, hingga pelaksanaan tradisi sekaten.

Manfaat dari penanggalan Jawa juga menjangkau sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tradisional. Kalender Jawa berfungsi sebagai panduan astronomi untuk membaca perubahan musim atau yang disebut sebagai pranata mangsa. Melalui pranata mangsa ini, para petani tradisional mendapatkan acuan waktu yang tepat untuk mulai menanam padi agar tanaman terhindar dari serangan hama. Selain itu, panduan ini juga memberikan petunjuk tentang waktu yang tepat untuk memangkas pohon guna menghasilkan kualitas kayu yang bagus untuk kebutuhan bangunan atau kerajinan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Agustus 2026Kalender JawaWetonPasaranPranata Mangsa

Berita Terbaru Lainnya

Krisis Migran di Ceuta, Puluhan Ribu Menyeberang ke Wilayah Spanyol, 18 Tewas dan Puluhan Ribu DipulangkanIHSG Sepekan Menguat 0,64 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 10.923 TriliunMemahami Peta Persaingan Grup A Piala AFF 2026, Posisi Timnas Indonesia dan Evaluasi Klasemen SementaraPERURI Luncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih untuk Perkuat Kedaulatan DigitalPolrestabes Makassar Tahan Tiga Tersangka Kasus Bawa Paksa Balita untuk Jaminan Utang Arisan DaringBandara Ngurah Rai Sempat Dipenuhi Asap, Polisi Ungkap Pemicu Awal KebakaranJumat Kliwon Agustus 2026, Jadwal, Perhitungan Neptu, dan Maknanya dalam Penanggalan JawaMemahami Pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menyalakan Obor Semangat Jenderal Hoegeng di Tubuh Polri

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap