PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI secara resmi memulai langkah baru dalam penyediaan fasilitas papan di wilayah ibu kota dengan membangun hunian vertikal terjangkau di kawasan Manggarai, Jakarta. Proyek pembangunan ini secara khusus menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) guna memberikan akses tempat tinggal yang layak dan dekat dengan pusat transportasi kota. Proses pengerjaan fisik untuk seluruh kawasan hunian vertikal ini ditargetkan berlangsung selama 18 bulan terhitung sejak peletakan batu pertama (groundbreaking), dengan target penyelesaian secara keseluruhan diharapkan terealisasi pada pertengahan tahun 2028.
Proyek strategis berskala besar ini memanfaatkan aset lahan potensial milik KAI dengan luas keseluruhan mencapai kurang lebih 2,2 hektare. Area pengembangan lahan tersebut dibagi menjadi dua bagian utama, yakni Blok G dan Blok F. Secara total, proyek hunian vertikal ini akan mencakup delapan menara (tower) hunian dengan ketinggian masing-masing mencapai 24 lantai. Dari keseluruhan menara tersebut, kapasitas total tempat tinggal yang disediakan mencapai 3.784 unit hunian, yang diharapkan mampu menjadi solusi perumahan bagi ribuan keluarga di Jakarta.
Kajian Komprehensif Diperlukan untuk Buktikan PLTU Suralaya Penyebab Polusi Jakarta

Pembagian unit hunian di kedua blok tersebut dirancang secara spesifik guna mengakomodasi berbagai kebutuhan ruang bagi para calon penghuni. Blok G direncanakan menampung sebanyak 1.276 unit hunian yang tersebar di tiga menara berbeda. Pilihan unit di blok ini bervariasi mulai dari tipe studio terkecil seluas 28 meter persegi, tipe 36 yang dilengkapi dengan dua kamar tidur, hingga tipe 45 yang juga memiliki dua kamar tidur. Sementara itu, Blok F akan memiliki kapasitas tampung yang jauh lebih besar dengan total 2.508 unit hunian yang terbagi di dalam lima menara. Pilihan tipe unit di Blok F meliputi tipe 36, tipe 45, serta tipe 52 yang didesain lebih luas dengan tiga kamar tidur.
Selain menyediakan unit tempat tinggal utama, kawasan hunian vertikal ini juga dirancang untuk mendukung aktivitas perekonomian lokal dan memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuninya melalui penyediaan 150 unit ritel pendukung. Unit ritel tersebut didistribusikan secara proporsional, yakni sebanyak 72 unit ritel di Blok G dan 78 unit ritel di Blok F. Untuk menunjang mobilitas harian para penghuni agar lebih efisien, pihak KAI akan membangun infrastruktur berupa jalur pedestrian sepanjang sekitar 300 meter yang menghubungkan langsung area hunian vertikal tersebut dengan Stasiun Manggarai.
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair di Kepulauan Riau

Guna mengantisipasi potensi kemacetan dan penumpukan pergerakan penghuni yang seluruhnya mengarah ke St






