Kaesang Siap Rebut Suara di Kandang Puan pada Pileg 2029

Domu TobingPublished 27 Jul 2026 - 01.40 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Kaesang Siap Rebut Suara di Kandang Puan pada Pileg 2029
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Suasana di Solo akhir pekan lalu tiba-tiba berubah dari sekadar temu suporter sepak bola menjadi panggung deklarasi politik. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang datang untuk bertemu pendukung Persis Solo, memanfaatkan momen itu sekaligus hadir di Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Solo. Di hadapan kader yang memadati ruangan, putra bungsu mantan presiden itu menyampaikan kabar yang langsung memantik perhatian: ia akan maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2029 dari Daerah Pemilihan V Jawa Tengah.

Langkah ini otomatis membawa Kaesang masuk ke kandang banteng yang selama ini dikuasai Ketua DPR RI Puan Maharani. Dapil V Jateng melingkupi Solo, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo—wilayah yang pada pemilu sebelumnya mencatatkan Puan sebagai peraih suara terbanyak dengan raihan nyaris 300 ribu suara. Realitas itu menempatkan Kaesang bukan sekadar calon pendatang baru, melainkan penantang langsung dominasi politik yang telah terpatri kuat. Meski begitu, tidak ada nada konfrontatif yang dilontarkan; pengumuman itu justru disampaikan dengan gaya ringan khas Kaesang, yang membuat sejumlah kader tersenyum dan bersorak.

Also Read

Bayang-Bayang ‘Londo Ireng’ di Era Demokrasi, Prabowo dan Metafora yang Membelah Ruang Kritik

Di forum yang sama, Kaesang menegaskan bahwa pesan yang ia bawa bukan semata instruksi seorang ketua umum partai. Ia meminta dukungan penuh dari seluruh kader PSI agar tetap solid menyongsong pemilu lima tahun mendatang. Pernyataan itu ia sampaikan dengan penekanan khusus: larangan keras adanya konflik antarkader yang bakal maju dalam kontestasi 2029. “Saya minta dukungannya supaya terus solid untuk bisa memenangkan Pemilu yang ada di 2029 nanti,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa setitik perpecahan internal hanya akan membuka celah bagi lawan politik untuk mengambil alih momentum.

Bagi pengamat, manuver ini bercorak strategi jangka panjang PSI. Memilih terjun langsung di dapil yang menjadi simbol kekuatan politik Puan Maharani sekaligus basis tradisional PDI Perjuangan jelas bukan kebetulan. Kaesang tampaknya ingin membangun narasi baru: regenerasi kepemimpinan nasional yang berani masuk ke ruang-ruang yang selama ini dianggap tertutup. Tanpa perlu menyerang secara personal, kehadirannya di Solo sudah cukup mengirim sinyal bahwa PSI tidak akan hanya bermain di zona nyaman. Apalagi, keterpilihannya kelak akan diuji dengan peta loyalitas pemilih yang kompleks di wilayah itu.

Also Read

Saat Lalu Lintas Dijadikan Panggung Konten Tanpa Izin

PSI sendiri kini berupaya memperkuat konsolidasi akar rumput di seluruh Dapil V Jateng. Salah satu agenda Rakorda yang dihadiri Kaesang adalah memetakan titik-titik lemah yang bisa diubah menjadi peluang. Dengan waktu tiga tahun menjelang pencoblosan, kerja akumulatif membangun basis pemilih muda, perempuan, dan komunitas urban akan menjadi kunci. Jika strategi ini matang, bukan mustahil peta suara Dapil V Jateng akan menyuguhkan kejutan yang tak terduga. Dari tribun Persis Solo, Kaesang seakan memberi tahu publik bahwa ia siap berlari, dan garis akhirnya berada di Senayan.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca