Kehadiran koalisi gemuk dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memicu kekhawatiran publik akan hilangnya fungsi pengawasan yang sehat di parlemen. Menjawab tantangan demokrasi tersebut, sekelompok akademisi dan aktivis yang tergabung dalam Kabinet Bayangan mengambil langkah tak biasa. Mereka mengumumkan rencana untuk menyusun rapor kinerja khusus yang akan mengevaluasi jalannya pemerintahan resmi setelah tiga tahun masa jabatan berjalan. Langkah ini dirancang sebagai bentuk pengawasan alternatif yang berbasis data konkrit demi mendorong perbaikan kualitas pelayanan publik di Indonesia.








