apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Politik

Jembatan Maya untuk Suara Papua di Tengah Riuh Kontestasi Muktamar NU

Parlin SinagaDiterbitkan 26 Jul 2026 - 07.17 · 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Jembatan Maya untuk Suara Papua di Tengah Riuh Kontestasi Muktamar NU
Foto/Ilustrasi: Tempo
A-A+

Sebuah jalan tengah mewujud dalam sidang-sidang jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan untuk merentangkan tangan lebih panjang kepada pengurus wilayah dan cabang di Tanah Papua. Keputusan ini bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan pengakuan bahwa denyut organisasi Islam terbesar di Indonesia itu harus terasa hingga ke ujung timur negeri, tanpa memaksa kader-kadernya mengabaikan realitas geografis dan keamanan setempat. Di sinilah kebijakan dispensasi itu menemukan maknanya: memberi ruang partisipasi yang tak seragam, karena persatuan tak harus selalu hadir dalam bentuk fisik yang sama.

Rapat gabungan PBNU menyepakati bahwa seluruh unsur kepengurusan NU di Papua dapat mengikuti proses konferensi dan muktamar secara hibrida. Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf menegaskan, langkah itu muncul setelah mempertimbangkan otonomi khusus yang melekat pada provinsi-provinsi di Pulau Cendrawasih. "Karena di sana ada otonomi khusus, maka kita beri yang namanya kebijakan khusus," ujarnya di Jakarta, Jumat pekan ini. Bagi pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, kekhususan Papua bukan sekadar status hukum, melainkan fakta lapangan yang harus dihormati oleh organisasi sebesar NU.

Skema hibrida yang ditawarkan membuka kemungkinan sebagian peserta duduk bersama dalam satu ruang di Papua, sementara rekannya yang terpisah jarak dan medan berat mengikuti secara daring. Model ini adalah respons terhadap kondisi keamanan dan akses yang seringkali tak bisa disamaratakan. Tanah Papua, dengan bentang alamnya yang menantang serta dinamika sosial-politik yang khas, memerlukan pendekatan yang tak kaku. Dispensasi ini juga menjadi semacam pelajaran bahwa organisasi berbasis akar rumput semestinya lentur membaca konteks lokal, bukan memaksakan keseragaman prosedur yang justru berpotensi meminggirkan suara-suara dari wilayah yang sulit dijangkau.

Baca Juga

Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Sementara pintu kelonggaran dibuka untuk Papua, persiapan di pusat terus bergerak. Muktamar akan digelar pada 27–30 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Sekitar 3.300 pengurus wilayah dan cabang dijadwalkan hadir untuk menentukan arah organisasi lima tahun ke depan, termasuk memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Forum ini bukan sekadar ajang konsolidasi, melainkan panggung politik internal yang selalu menyita perhatian publik luas. Di titik inilah benang merah antara dispensasi Papua dan pusaran kontestasi kepemimpinan tampak terajut: memastikan tiap suara—termasuk dari Papua—terjaga agar proses demokrasi di tubuh NU berlangsung utuh.

Sejumlah nama calon Ketua Umum sudah mulai mencuat dan bergerilya mencari dukungan. Petahana Yahya Cholil Staquf kembali meramaikan bursa, demikian pula Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta dua pengasuh pesantren yang berpengaruh: Abdussalam Shohib dari Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif dan Muhammad Yusuf Chudlori dari Asrama Perguruan Islam Tegalrejo. Laporan media menyebutkan bahwa sebagian dari kandidat itu secara terbuka telah menyatakan kesiapan bersaing dan aktif menjaring dukungan dari pengurus wilayah serta cabang di seluruh Indonesia. Di tengah manuver politik yang kian menghangat, kebijakan khusus bagi Papua menjadi penegas bahwa perebutan kursi pucuk pimpinan tak boleh menutup mata terhadap wilayah yang kerap terlewat dalam peta perhatian.

Baca Juga

Mengenal Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Mengenal Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Dispensasi ini adalah langkah kecil dengan makna besar. Ia menunjukkan bahwa tubuh NU masih mampu merawat ingatan akan wajah jamaknya sendiri: dari kota santri di Jawa hingga pedalaman Papua yang jauh dari hingar-bingar pemberitaan. Otonomi khusus yang diberikan bukan semata adaptasi administratif, melainkan jembatan kepercayaan agar kader-kader di sana tak merasa sebagai penonton. Di tengah riuhnya kandidasi, pesan yang dipancarkan cukup jernih: tak ada suara yang hilang, meski ia berasal dari balik layar konferensi digital.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PapuaNahdlatul UlamaMuktamar NUotonomi khususkebijakan hibridapemilihan ketua umum

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan · 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap