Perusahaan dana lindung nilai (hedge fund) Situational Awareness, yang didirikan oleh mantan peneliti OpenAI Leopold Aschenbrenner, dilaporkan terpaksa menjual seluruh kepemilikan sahamnya di bursa efek. Langkah drastis ini harus diambil setelah perusahaan mengalami kerugian besar akibat penurunan tajam harga saham-saham sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) baru-baru ini.
Padahal, pada awal Juli, Situational Awareness tercatat mengelola dana kelolaan aset yang sangat besar, mencapai 45 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp730 triliun. Kejatuhan nilai investasi ini menjadi pukulan telak bagi Aschenbrenner, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu tokoh muda berbakat di industri AI sebelum memutuskan masuk ke dunia pengelolaan dana investasi di Wall Street.
Kerugian besar yang dialami oleh Situational Awareness bersumber dari dua arah. Di satu sisi, saham-saham infrastruktur AI yang menjadi andalan mereka mengalami kejatuhan harga. Di sisi lain, taruhan lindung nilai mereka yang memperkirakan penurunan harga saham perusahaan perangkat lunak justru meleset. Sebagai contoh, posisi investasi yang dipasang untuk meraup untung dari penurunan harga saham Adobe justru mendatangkan kerugian karena harga saham perusahaan perangkat lunak tersebut malah bergerak naik.
Pada akhir kuartal pertama, dokumen regulator menunjukkan bahwa investasi terbesar dari hedge fund ini ditempatkan pada perusahaan-perusahaan seperti Nebius Group, Sandisk, Micron, dan CoreWeave. Namun, sepanjang bulan ini, harga saham dari keempat perusahaan tersebut dilaporkan merosot tajam hingga lebih dari 35 persen. Selain itu, kejatuhan harga saham produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, turut memperparah kerugian yang diderita oleh Situational Awareness.
Aliran Modal Asing Kembali Masuk ke SBN dan Saham Indonesia

Strategi investasi Aschenbrenner didasarkan pada keyakinan kuat bahwa perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan akan memicu lonjakan permintaan yang luar biasa terhadap infrastruktur pendukung. Ia bertaruh besar pada kebutuhan chip, semikonduktor, pusat data (data center), hingga pasokan listrik. Namun, penurunan pasar pada sektor-sektor ini justru berujung pada tekanan likuiditas yang berat bagi perusahaannya.
Saat ini, sejumlah bank dan broker yang menjadi mitra dari Situational Awareness sedang berupaya mengumpulkan dana tunai agar perusahaan tersebut dapat memenuhi panggilan margin (margin call). Guna mengatasi situasi kritis ini, bank-bank investasi raksasa seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase turut tangan membantu Situational Awareness untuk mengurangi kepemilikan investasinya secara bertahap di pasar.
Di tengah upaya penyelamatan tersebut, Citadel, hedge fund milik miliarder Ken Griffin, dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk membeli seluruh portofolio saham publik milik Situational Awareness. Di samping portofolio saham publik, sempat beredar pula kabar bahwa Situational Awareness sedang menjajaki penjualan kepemilikan saham mereka di perusahaan AI ternama, Anthropic. Kendati demikian, juru bicara Situational Awareness membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa saham Anthropic tidak sedang dipasarkan untuk dijual.
PPATK dan Polri Bongkar Sindikat Siber Transnasional, Kerugian Capai US$350 Ribu

Leopold Aschenbrenner sendiri merupakan sosok yang memiliki rekam jejak akademis dan profesional yang menonjol. Di usianya yang kini baru menginjak 25 tahun, ia tercatat sebagai lulusan terbaik dari Universitas Columbia pada usia 19 tahun. Sebelum mendirikan dana lindung nilainya sendiri, ia sempat bekerja di OpenAI dan menjadi bagian dari tim Superalignment, unit yang fokus pada keselamatan pengembangan AI jangka panjang.
Aschenbrenner keluar dari OpenAI pada tahun 2024 setelah dipecat atas tuduhan membocorkan informasi internal perusahaan ke pihak luar. Ia membantah keras tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa dokumen yang ia bagikan kepada peneliti eksternal bukanlah informasi rahasia atau sensitif, melainkan dokumen non-konfidensial yang ditujukan sebagai bahan diskusi mengenai isu-isu keamanan pengembangan kecerdasan buatan.






