Inggris Bagikan Teknologi Perang Elektronik Stone Cloak untuk Ukraina

Usat NgajiPublished 27 Jul 2026 - 08.410 Reads
Bagikan WhatsAppX
Inggris Bagikan Teknologi Perang Elektronik Stone Cloak untuk Ukraina
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Hanya sepekan setelah menduduki kursi Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham langsung mengirimkan sinyal geopolitik yang kuat dengan menerima kunjungan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Pertemuan perdana dengan tamu internasional ini bukan sekadar basa-basi diplomatik biasa, melainkan penegasan kembali komitmen tanpa syarat dari London. Di tengah dinamika politik dalam negeri Inggris yang baru saja berganti kepemimpinan, Burnham menegaskan bahwa dukungan terhadap Kyiv tidak akan goyah sedikit pun, melanjutkan warisan bantuan yang kini telah menyentuh angka 25 miliar poundsterling sejak invasi Rusia dimulai empat tahun silam.

Fokus utama dari pertemuan di pangkalan angkatan laut tersebut adalah langkah nyata transfer teknologi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah Inggris memutuskan untuk membagikan kekayaan intelektual dari "Stone Cloak", sebuah sistem perang elektronik mutakhir buatan Inggris. Perangkat jamming berukuran komputer tablet ini dirancang khusus untuk membutakan sistem deteksi pada drone tempur. Dengan menyerahkan hak kekayaan intelektual ini, London memberikan lampu hijau bagi Kyiv untuk memproduksi massal teknologi pertahanan udara tersebut secara mandiri.

Teknologi "Stone Cloak" sendiri telah teruji keandalannya di medan tempur Ukraina setelah ribuan unit dikirimkan oleh Kementerian Pertahanan Inggris. Di masa depan, integrasi teknologi ini juga akan menjadi bagian penting dari pengembangan senjata jarak jauh generasi terbaru milik Inggris, termasuk dalam program rudal jelajah murah bernama Project Brakestop. Bagi Ukraina, kemampuan memproduksi alat ini secara lokal menjadi angin segar di tengah gempuran udara Rusia yang kian intensif, termasuk serangan rudal balistik besar baru-baru ini yang menghantam ibu kota Kyiv.

Also Read

PM Narendra Modi Rombak Sistem Ujian Nasional Setelah Ditekan Demonstrasi Anak Muda

Zelensky tidak menutupi kecemasannya terkait transisi kekuasaan di London sebelum pertemuan ini berlangsung. Pemimpin Ukraina tersebut secara terbuka mengakui adanya kekhawatiran akan potensi perubahan arah kebijakan luar negeri Inggris di tengah situasi perang yang menuntut kepastian setiap hari. Namun, pasca-pertemuan, Zelensky menyatakan optimismenya melalui platform media sosial X, menekankan bahwa hubungan erat antara kedua negara didasarkan pada ikatan antarbangsa yang kokoh, bukan sekadar relasi personal antar-pemimpin.

Kunjungan diplomatik ini juga dilakukan di tengah situasi internal Ukraina yang sedang mengalami transisi penting. Zelensky baru saja melakukan perombakan di tubuh militer dengan mencopot Panglima Militer Oleksandr Syrskyi dan menunjuk Mykhailo Drapatyi sebagai penggantinya, menyusul pemecatan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov yang sempat memicu protes massa di Kyiv. Di tengah tekanan politik dalam negeri dan ancaman militer Rusia yang terus membayangi, kepastian pasokan teknologi dari sekutu barat seperti Inggris menjadi sangat krusial.

Also Read

Ribuan Patriot Muda Diterjunkan untuk Membangun Kawasan Transmigrasi dari Lapangan

Selain membahas kerja sama teknologi, Burnham dan Zelensky juga memantau langsung latihan maritim gabungan bertajuk Exercise Sea Breeze. Latihan ini melibatkan lebih dari 200 personel militer Ukraina yang dilatih untuk meningkatkan kemampuan tempur laut serta penanggulangan ranjau di kawasan Laut Hitam. Melalui langkah konkret ini, Inggris mengirimkan pesan tegas kepada Moskow bahwa tekad sekutu untuk membantu Ukraina mencapai perdamaian yang adil dan abadi tidak akan pernah surut.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca