apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Industri Garmen dan Tekstil Terpukul, PHK di Jawa Tengah Capai 6.604 Orang hingga Juli 2026

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 5 Agu 2026 - 08.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Industri Garmen dan Tekstil Terpukul, PHK di Jawa Tengah Capai 6.604 Orang hingga Juli 2026
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih membayangi sektor industri di Provinsi Jawa Tengah. Hingga akhir Juli 2026, jumlah pekerja yang terkena dampak PHK di wilayah ini telah menembus angka 6.604 orang. Sektor industri garmen dan tekstil tercatat menjadi kontributor terbesar yang paling merasakan dampak lesunya kondisi ekonomi saat ini. Data ketenagakerjaan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz.

Jika dirinci berdasarkan sektor industri, bidang garmen dan tekstil mendominasi dengan menyumbang angka PHK sebesar 51,4 persen dari keseluruhan kasus yang ada di Jawa Tengah. Posisi berikutnya ditempati oleh sektor manufaktur dan industri mainan anak yang mencatatkan persentase sebesar 21,1 persen. Sementara itu, industri pengolahan kayu berkontribusi sebesar 12,5 persen terhadap total pekerja yang kehilangan pekerjaan, diikuti oleh industri pembuatan bulu mata palsu yang menyumbang angka sebesar 9,4 persen.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Ahmad Aziz menjelaskan bahwa ada berbagai faktor kompleks yang menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan kerja massal ini. Beberapa alasan utama di antaranya adalah penutupan operasional perusahaan akibat kerugian finansial yang dialami secara terus-menerus, menurunnya jumlah pesanan dari pembeli, upaya efisiensi internal perusahaan, status pailit atau kebangkrutan, hingga kejadian luar biasa (force majeure) seperti bencana kebakaran.

Baca Juga

Pelabuhan Indonesia Jadi Sorotan Amerika Serikat, Ada Apa?

Pelabuhan Indonesia Jadi Sorotan Amerika Serikat, Ada Apa?

Dampak nyata dari situasi sulit ini terlihat pada runtuhnya sejumlah unit usaha lokal. Sebagai contoh, dua perusahaan di Jawa Tengah baru-baru ini dinyatakan bangkrut setelah menghadapi kerugian yang tidak berkesudahan selama beberapa tahun terakhir. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Victory Apparel Semarang dan PT Samwon Busana Indonesia Jepara. Akibat kebangkrutan ini, PT Victory Apparel Semarang terpaksa melakukan PHK terhadap 846 pekerjanya. Langkah serupa juga harus diambil oleh PT Samwon Busana Indonesia Jepara yang merumahkan sebanyak 684 orang pekerjanya.

Kendati angka PHK tersebut cukup memprihatinkan, Disnakertrans Jawa Tengah mencatat adanya aspek yang lebih baik jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Secara kumulatif, jumlah kasus PHK di Jawa Tengah sepanjang semester pertama tahun 2026 ini terbilang lebih rendah dibandingkan dengan jumlah kasus yang terjadi pada semester pertama tahun 2025. Di samping itu, tingkat penyerapan tenaga kerja di provinsi ini pada paruh pertama tahun 2026 menunjukkan tren yang cukup positif dengan berhasil menyerap hingga 213.000 orang tenaga kerja baru.

Baca Juga

Jetour Hadirkan Empat Karakter SUV untuk Ragam Mobilitas di GIIAS 2026

Jetour Hadirkan Empat Karakter SUV untuk Ragam Mobilitas di GIIAS 2026

Sektor tekstil, garmen, dan alas kaki hingga kini dilaporkan tetap menjadi wadah penyerapan tenaga kerja terbesar di wilayah Jawa Tengah. Adapun sepuluh daerah utama yang mencatatkan tingkat penyerapan tenaga kerja tertinggi di provinsi ini meliputi Kota Semarang, Kendal, Jepara, Brebes, Klaten, Kabupaten Tegal, Demak, Kabupaten Semarang, Karanganyar, dan Batang.

Meski demikian, tantangan besar dalam menjaga keseimbangan pasar kerja masih terus membayang. Berdasarkan data per Juli 2026, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Tengah berada pada angka 4,24 persen, yang setara dengan sekitar 950.000 orang. Kesenjangan antara penawaran dan permintaan pekerjaan juga masih terlihat nyata, di mana jumlah pencari kerja aktif hingga Juli 2026 tercatat mencapai 112.000 orang, sedangkan jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia di pasar kerja hanya berkisar di angka 108.000 lowongan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KetenagakerjaanPHK JatengIndustri TekstilDisnakertrans Jateng

Berita Terbaru Lainnya

Sederet Gelar Adat yang Diterima Presiden Joko Widodo dari Berbagai DaerahTASPEN Serahkan Manfaat THT dan JKK Senilai Rp344 Juta kepada Ahli Waris Petugas Damkar DKI JakartaInovasi Layanan Daerah Pacu Capaian Aktivasi Identitas Kependudukan DigitalBPS dan Dukcapil Perkuat Satu Data, Identitas Kependudukan Digital Jadi Langkah TerobosanPelabuhan Indonesia Jadi Sorotan Amerika Serikat, Ada Apa?Denmark Perkuat Pertahanan, Kirim Wajib Militer ke Greenland di Tengah Ketegangan GeopolitikQatar Ungkap Kemajuan Mediasi Konflik AS-Iran, Harga Minyak Dunia Langsung MerosotGudang Senjata Pentagon Terkuras, Perang Iran Picu Krisis Amunisi Presisi Tinggi AS

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap