apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Togar PanjaitanDiterbitkan 29 Jul 2026 - 19.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) membukukan kinerja keuangan yang positif pada paruh pertama tahun ini. Perusahaan telekomunikasi tersebut berhasil mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk secara dinormalisasi sebesar Rp 3,2 triliun pada semester pertama tahun 2026. Angka laba bersih tersebut melonjak sebesar 49,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Pencapaian laba bersih yang signifikan ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan perseroan yang kuat. Sepanjang semester pertama 2026, IOH mengantongi total pendapatan sebesar Rp 30,7 triliun. Jumlah pendapatan tersebut merepresentasikan pertumbuhan sebesar 13,1 persen secara YoY. President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menjelaskan bahwa kinerja positif ini didorong oleh efisiensi operasional yang ketat, pengelolaan biaya yang disiplin, serta keberhasilan dari strategi transformasi berbasis

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
kecerdasan buatan
(AI) yang sedang dijalankan perusahaan. Kinerja ini dipaparkan langsung dalam acara First Half Media Update 2026 yang berlangsung di Indosat MX Center, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/7).

Selain laba bersih dan pendapatan, indikator keuangan IOH lainnya juga menunjukkan tren positif. EBITDA Indosat tumbuh sebesar 14 persen secara YoY hingga mencapai Rp 14,6 triliun. Dengan hasil tersebut, IOH berhasil menjaga margin EBITDA di angka 47,6 persen. Pertumbuhan ini juga didukung oleh peningkatan Average Revenue Per User (ARPU) atau pendapatan rata-rata per pengguna yang naik sebesar 17,3 persen secara YoY menjadi Rp 46 ribu. Dari sisi operasional, trafik data Indosat mengalami kenaikan sebesar 19,9 persen secara YoY, sementara total basis pelanggan seluler perusahaan tercatat tetap stabil di angka 93,4 juta pelanggan.

Baca Juga

Perdana dalam Sejarah, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026

Perdana dalam Sejarah, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026

Salah satu sorotan utama dalam laporan keuangan kali ini adalah kontribusi dari lini bisnis baru berbasis teknologi canggih. Bisnis AI Cloud milik Indosat berhasil mengantongi pendapatan sebesar 33 juta dolar AS sepanjang semester pertama 2026. Pencapaian ini terbilang impresif karena hanya dalam waktu enam bulan, pendapatan segmen AI Cloud tersebut telah melampaui total pendapatan setahun penuh pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 28 juta dolar AS. Vikram Sinha menyatakan bahwa fokus utama perusahaan dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan adalah untuk tiga pilar utama, yaitu pertumbuhan (AI for growth), kecintaan pelanggan (AI for customer love), dan kebaikan (AI for good). Sebagai bagian dari strategi ini, Indosat telah mengintegrasikan berbagai fitur canggih seperti Sahabat-AI hingga Gemini AI ke dalam layanan mereka.

Untuk mendukung ekspansi infrastruktur digitalnya ke depan, Indosat juga melakukan langkah strategis di sektor jaringan. Perusahaan telah membentuk PT Infra Fiber Teknologi (IFT) melalui kemitraan dengan Arsari Group. Dalam kerja sama ini, Indosat mengalihkan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer serat optik nasional kepada PT Infra Fiber Teknologi. Melalui transaksi pengalihan pengelolaan serat optik tersebut, Indosat berhasil memperoleh dana segar sekitar Rp 11,7 triliun. Dana segar ini direncanakan akan digunakan oleh perusahaan untuk mempercepat ekspansi infrastruktur digital di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga

Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di Kalimantan

Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di Kalimantan

Di sisi lain, untuk meningkatkan kualitas layanan dan keamanan bagi para penggunanya, Indosat mulai menerapkan kebijakan verifikasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih bagi pelanggan dari ancaman siber. Director & Chief Legal and Regulatory Officer Indosat, Reski Damayanti, mengemukakan bahwa penerapan registrasi berbasis biometrik ini mampu menyaring pelanggan yang berkualitas. Selain itu, langkah verifikasi ini juga bertujuan untuk meminimalisasi risiko penipuan seperti pesan spam dan scam yang kerap mengganggu masyarakat umum.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kecerdasan buatantelekomunikasikinerja keuanganIndosat Ooredoo HutchisonAI Cloud

Berita Terbaru Lainnya

Finalis Abang Mpok Kota Bekasi 2026 Ikuti Pembekalan English Class Bersama Golden EnglishDENZA Z Resmi Meluncurkan Varian Coupe dan Racing, Tawarkan Performa Elektrifikasi PremiumDenza D9 Perkuat Dominasi di Pasar Luxury High MPV, Catat Penjualan Lebih dari 10 Ribu UnitLegislator NasDem Minta Badan Gizi Nasional Batalkan Proyek Portal Pemantauan Baru Makan Bergizi GratisReformasi Tata Kelola BGN Selamatkan Ratusan Miliar Rupiah Uang NegaraPerdana dalam Sejarah, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di KalimantanProfil Anom Widiyantoro, Dari Direktur Anak Usaha BUMN, Kini Menjadi Bupati Pemalang yang Terjaring OTT KPK

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap