apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Politik

Indonesia Kecam Keras Serangan Israel yang Hambat Rencana Perdamaian Gaza

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 5 Agu 2026 - 11.20 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Indonesia Kecam Keras Serangan Israel yang Hambat Rencana Perdamaian Gaza
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Pemerintah Indonesia melayangkan kecaman keras terhadap kelanjutan serangan militer yang dilakukan oleh Israel di wilayah Jalur Gaza. Sikap tegas ini diambil karena serangan tersebut dinilai secara nyata menghambat berbagai upaya diplomasi global untuk mewujudkan perdamaian. Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia yang dirilis pada hari Rabu melalui akun resmi X miliknya, pihak Jakarta menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang terus-menerus menyasar warga sipil serta berbagai infrastruktur sipil merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Kemlu secara tegas menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut sengaja dilancarkan oleh pihak Israel untuk menghalangi jalannya implementasi Rencana Perdamaian Gaza. Selain itu, aksi militer ini juga dinilai semakin memperburuk penderitaan panjang yang selama ini harus ditanggung oleh rakyat Palestina di wilayah konflik tersebut.

Ketegangan terbaru yang memicu kecaman keras dari Indonesia ini didasari oleh adanya serangan militer Israel pada hari Minggu. Serangan tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 18 warga Palestina. Di antara para korban jiwa yang gugur dalam peristiwa tragis tersebut, terdapat tiga anak-anak serta seorang bayi yang belum lahir. Tragedi kemanusiaan ini terjadi hanya selang dua hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Dewan Perdamaian mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk mengimplementasikan fase kedua dari gencatan senjata di Gaza. Berdasarkan rencana yang telah disusun sebelumnya, kesepakatan gencatan senjata fase kedua tersebut dijadwalkan mulai berlaku secara efektif pada tanggal 10 Oktober 2025. Namun, terjadinya aksi militer teranyar ini dinilai langsung mengganggu dan merusak momentum perdamaian yang tengah dirintis oleh berbagai pihak terkait.

Baca Juga

Mengenal Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Mengenal Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Aksi kekerasan yang terus berulang di lapangan ini dinilai kian memperlemah efektivitas dari kesepakatan gencatan senjata yang telah diumumkan. Para pejabat di Palestina melaporkan bahwa serangan militer yang terus berlangsung secara berkelanjutan, ditambah dengan adanya penerapan pembatasan bantuan kemanusiaan yang sangat ketat oleh pihak Israel, telah melemahkan kekuatan dari gencatan senjata tersebut. Selama masa berlangsungnya gencatan senjata tersebut, otoritas dan pejabat Palestina mencatat adanya ribuan dugaan pelanggaran. Berbagai pelanggaran tersebut dilaporkan telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa sebanyak 1.230 kematian serta menyebabkan sedikitnya 4.076 korban luka-luka di kalangan masyarakat.

Secara keseluruhan, konflik bersenjata yang terjadi di Jalur Gaza telah berlangsung selama lebih dari dua tahun sejak pertama kali pecah pada Oktober 2023 silam. Selama periode tersebut, konflik ini telah membawa dampak kehancuran yang sangat masif dan memprihatinkan bagi wilayah Jalur Gaza. Estimasi resmi yang ada menunjukkan bahwa agresi militer tersebut telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan mengakibatkan lebih dari 174.000 orang mengalami luka-luka. Selain jatuhnya korban jiwa dalam skala yang sangat besar, hampir 90 persen dari total infrastruktur sipil di wilayah kantong Gaza kini dilaporkan telah hancur. Guna memulihkan kembali wilayah yang terdampak, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa total biaya rekonstruksi yang dibutuhkan untuk membangun kembali Gaza mencapai angka yang sangat fantastis, yaitu sebesar 70 miliar dolar AS.

Baca Juga

Bantah Curi Start Pemilu 2029, Ahmad Ali Sebut PSI Mulai Lebih Awal

Bantah Curi Start Pemilu 2029, Ahmad Ali Sebut PSI Mulai Lebih Awal

Menyikapi situasi yang kian memburuk ini, pemerintah Indonesia melalui Jakarta mendesak pihak Israel untuk segera dan secara permanen menghentikan seluruh operasi militer mereka di Gaza. Indonesia juga menuntut agar Israel memenuhi seluruh komitmen yang telah disepakati di dalam perjanjian gencatan senjata. Di sisi lain, Indonesia menyambut baik sikap dari Hamas serta faksi-faksi Palestina lainnya yang beraliansi, yang menyatakan kesediaan mereka untuk menerima peta jalan (roadmap) implementasi gencatan senjata fase kedua. Langkah penerimaan peta jalan tersebut dinilai konsisten dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025). Melalui momentum ini, Indonesia kembali menegaskan komitmen kuatnya untuk terus mendukung proses politik yang kredibel. Dukungan ini diarahkan demi terwujudnya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh, yang didasarkan pada prinsip Solusi Dua Negara (Two-State Solution).

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PalestinaGazagencatan senjataHubungan InternasionalKemlu

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap