Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Kamis (13/8/2026). Indeks ditutup melemah 1,13% atau terpangkas 72,08 poin ke level 6.301,77, setelah sebelumnya berada di level 6.373,85. Sepanjang hari, pergerakan indeks bahkan sempat terperosok hingga menyentuh level terendah di 6.281,57, meskipun sempat dibuka di level 6.388,23 dan mencapai titik tertinggi di 6.390,33. Pelemahan ini membuat posisi IHSG kian kritis dan nyaris meninggalkan level psikologis 6.300.
Sentimen negatif dari luar negeri dan aksi jual investor asing menjadi pendorong utama koreksi indeks hari ini. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas pada perdagangan sesi I, investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp1,18 triliun. Nilai tersebut berasal dari transaksi beli asing sebesar Rp1,78 triliun berbanding dengan transaksi jual yang mencapai Rp2,96 triliun. Tekanan juga dipicu oleh pengumuman evaluasi indeks MSCI bulan Agustus, di mana tidak ada satu pun saham asal Indonesia yang masuk dalam MSCI Global Standard Indexes. Sebaliknya, saham GOTO didepak dari MSCI Indonesia Investable Market Index, sementara CPIN turun kelas dari Global Standard ke kategori Global Small Cap. Selain itu, terdapat sembilan saham lain yang dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes.
Prajogo Pangestu Jadi Orang Terkaya RI, Hartanya Naik Rp19 T Sehari

Dampak dari sentimen tersebut langsung terasa pada kejatuhan sebagian besar sektor saham di Bursa Efek Indonesia. Sektor bahan baku memimpin kejatuhan dengan koreksi terdalam hingga 3,18%, disusul oleh sektor utilitas yang merosot 2,62%. Sektor-sektor lain seperti energi juga melemah 1,28%, konsumer non-primer turun 1,12%, dan sektor industri terkoreksi 1,01%. Sektor keuangan dan kesehatan pun tidak luput dari pelemahan, masing-masing turun sebesar 0,74% dan 0,33%. Sebaliknya, hanya sektor properti dan teknologi yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,24% dan 0,08%.
Secara individu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi beban terberat bagi indeks dengan kontribusi negatif mencapai 7,48 poin. Pelemahan ini diikuti oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 7,14 poin, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 5,25 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 3,93 poin, serta PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar 3,40 poin. Di sisi lain, penopang indeks dipimpin oleh PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dengan sumbangan 1,91 poin, disusul PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 1,56 poin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar 1,04 poin, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar 0,75 poin.
IHSG Sesi I Anjlok 1,18%, Saham Bank & Komoditas Jadi Beban

Hingga akhir sesi perdagangan, tercatat ada 474 saham yang melemah, berbanding terbalik dengan 186 saham yang menguat dan 303 saham bergerak stagnan. Total transaksi perdagangan hari ini mencapai Rp13,56 triliun dengan volume saham yang ditransaksikan sebanyak 26,62 miliar lembar saham melalui frekuensi 1,9 juta kali. Dengan hasil ini, kapitalisasi pasar IHSG kini berada di angka Rp11.050 triliun. Para pelaku pasar kini bersiap mengantisipasi pergerakan selanjutnya mengingat perubahan konstituen indeks MSCI tersebut baru akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.






