apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Nasional

Kualitas Udara Palembang Memburuk akibat Asap Karhutla

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 13 Agu 2026 - 17.02 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kualitas Udara Palembang Memburuk akibat Asap Karhutla
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kualitas udara di wilayah Kota Palembang kini dilaporkan mengalami penurunan yang cukup signifikan dan kondisinya kian memburuk. Penurunan kualitas udara di wilayah ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini terjadi sebagai dampak langsung dari sebaran asap yang ditimbulkan oleh peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut membuat kondisi udara di Palembang memburuk, sehingga hal ini menjadi perhatian serius. Dampak dari asap akibat kebakaran hutan dan lahan ini secara nyata memengaruhi kondisi kebersihan udara yang ada di Kota Palembang.

Untuk memantau perkembangan situasi lingkungan ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap kondisi atmosfer di wilayah terdampak. BMKG memiliki peran penting dalam mendeteksi dan memantau pergerakan serta sebaran asap yang diduga kuat berasal dari kebakaran hutan dan lahan tersebut. Melalui pemantauan yang dilakukan oleh pihak BMKG, keberadaan sebaran asap yang mengotori udara di wilayah tersebut dapat diidentifikasi secara berkala untuk mengetahui kondisi terkini dari kualitas udara yang mengalami penurunan.

Dalam melakukan proses pemantauan sebaran asap ini, BMKG mengandalkan teknologi pemantauan cuaca dan lingkungan. Secara spesifik, BMKG mendeteksi sebaran asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan tersebut dengan menggunakan bantuan dari citra satelit Himawari-9. Teknologi citra satelit Himawari-9 ini memungkinkan pihak BMKG untuk melihat gambaran visual dan mendeteksi keberadaan asap secara akurat, sehingga sebaran asap yang berdampak pada penurunan kualitas udara di wilayah tersebut dapat terpantau dengan jelas melalui citra satelit yang didapatkan.

Baca Juga

Polisi Tahan Dua Tersangka Kasus Hafalan Al-Qur'an Ditukar Miras di Ancol

Polisi Tahan Dua Tersangka Kasus Hafalan Al-Qur'an Ditukar Miras di Ancol

Berdasarkan hasil pantauan yang diperoleh oleh BMKG melalui citra satelit Himawari-9 tersebut, sebaran asap yang diduga berasal dari karhutla ini terdeteksi menyelimuti wilayah Sumatera Selatan. Wilayah sebaran asap tersebut terpantau berada di Provinsi Sumatera Selatan, di mana Kota Palembang menjadi salah satu wilayah yang ikut terdampak oleh sebaran asap tersebut. Deteksi dari citra satelit Himawari-9 ini menunjukkan bahwa konsentrasi asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan menyebar di wilayah Sumatera Selatan, termasuk di dalamnya adalah wilayah Palembang.

Secara keseluruhan, memburuknya kualitas udara di Palembang tidak dapat dipisahkan dari adanya sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi. Melalui pemantauan teknologi citra satelit Himawari-9, BMKG telah mengonfirmasi bahwa sebaran asap yang diduga berasal dari karhutla memang terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan dan turut mencakup wilayah Palembang. Dengan demikian, data dari BMKG mengenai sebaran asap ini memperjelas penyebab utama di balik penurunan kualitas udara yang terjadi di Kota Palembang dan wilayah Sumatera Selatan pada umumnya.

Baca Juga

Antisipasi Dampak El Nino, Pemerintah Perlu Kendalikan Inflasi Pangan

Antisipasi Dampak El Nino, Pemerintah Perlu Kendalikan Inflasi Pangan

Dengan adanya deteksi sebaran asap yang dilakukan oleh BMKG menggunakan citra satelit Himawari-9, informasi mengenai kondisi udara di Sumatera Selatan menjadi lebih jelas. Keberadaan sebaran asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan tersebut terbukti menjadi faktor utama yang menyebabkan kualitas udara di Palembang memburuk. Pemantauan ini membantu memperlihatkan bagaimana dampak dari asap karhutla menyebar luas di wilayah Sumatera Selatan, termasuk di Kota Palembang yang mengalami penurunan kualitas udara secara langsung.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PalembangBMKGKarhutlaKualitas Udara

Berita Terbaru Lainnya

Polisi Tahan Dua Tersangka Kasus Hafalan Al-Qur'an Ditukar Miras di AncolKemnaker Sebut Skill Mismatch Jadi Penyebab Utama Pengangguran TerdidikAntisipasi Dampak El Nino, Pemerintah Perlu Kendalikan Inflasi PanganIHSG Turun 1,13% Hari Ini, Nyaris Tinggalkan Level 6.300Presiden Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional di Bekasi dan Singgung Pajak KarbonKontroversi Promosi Sponsor The Sounds Project, Hafalan Surah Ad-Duha Berhadiah MirasPeredaran Narkoba di Kampung Bahari Sulit Diberantas Meski Sering DigerebekKPK Geledah Rumah Kabid PUPR Kota Bengkulu dan Sita Dokumen

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap