apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Antisipasi Dampak El Nino, Pemerintah Perlu Kendalikan Inflasi Pangan

Usat NgajiDiterbitkan 13 Agu 2026 - 16.57 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Antisipasi Dampak El Nino, Pemerintah Perlu Kendalikan Inflasi Pangan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia kini dihadapkan pada tantangan besar untuk mengelola dan mengendalikan inflasi pangan di tengah ancaman cuaca ekstrem. Fenomena iklim El Nino diperkirakan masih akan terus berlanjut dan memiliki potensi kuat untuk menekan tingkat produksi pangan nasional. Berdasarkan proyeksi dari Nino Index yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau Columbia University, puncak dari fenomena El Nino ini diperkirakan akan terjadi pada periode bulan Agustus hingga September. Tidak hanya itu, ancaman El Nino ini bahkan diproyeksikan masih mungkin berlangsung hingga semester pertama tahun depan. Oleh karena itu, langkah antisipasi yang cepat dan tepat dari pihak pemerintah sangat diperlukan untuk meminimalisasi dampak buruknya terhadap ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Jika melihat kondisi makroekonomi saat ini, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara tingkat inflasi di tingkat konsumen dan produsen. Inflasi Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) di Indonesia saat ini tercatat masih berada di bawah 3 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini menunjukkan bahwa harga-harga di tingkat konsumen relatif masih terkendali. Namun, kondisi berbeda terlihat pada tingkat produsen. Inflasi Indeks Harga Perdagangan Besar (Wholesale Price Index/WPI), yang berfungsi sebagai proxy atau representasi dari inflasi di tingkat produsen, saat ini telah menyentuh angka 5,6 persen. Perbedaan angka yang cukup lebar ini menjadi sinyal penting bagi perekonomian nasional.

Baca Juga

Kualitas Udara Palembang Memburuk akibat Asap Karhutla

Kualitas Udara Palembang Memburuk akibat Asap Karhutla

Tingginya inflasi WPI dibandingkan CPI menunjukkan adanya tekanan biaya produksi yang belum sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat. Saat ini, para pelaku usaha lebih memilih untuk menahan kenaikan biaya produksi tersebut demi menjaga pangsa pasar mereka. Langkah ini diambil agar beban kenaikan biaya produksi tidak langsung dirasakan oleh konsumen secara seketika. Kendati demikian, strategi menahan beban ini tidak bisa dilakukan secara terus-menerus. Ruang bagi para pelaku usaha untuk menekan margin keuntungan mereka kini sudah semakin terbatas. Dengan keterbatasan ruang margin tersebut, terdapat potensi besar terjadinya pelimpahan beban biaya (pass-through) ke harga konsumen dalam waktu dekat.

Menanggapi situasi ini, Chief Economist PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Leo Putera Rinaldy, menekankan pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah. Menurut Leo Putera Rinaldy, pemerintah perlu melakukan pengelolaan atau pengendalian inflasi pangan secara ketat di tengah risiko cuaca ekstrem yang sedang berlangsung. Selain fokus pada pengendalian harga pangan, pemerintah juga dituntut untuk terus mewaspadai potensi kenaikan harga yang bersumber dari tingginya biaya produksi di tingkat produsen. Jika tidak diantisipasi sejak dini, tekanan dari sisi biaya produksi ini dapat mendorong kenaikan harga barang di pasar secara luas.

Baca Juga

Krisis Kesehatan Mental Melanda Awak Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Krisis Kesehatan Mental Melanda Awak Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Untuk mengatasi tantangan ini secara menyeluruh, pemerintah disarankan untuk memperkuat pemberian stimulus dari sisi pasokan. Kebijakan penguatan stimulus di sisi pasokan ini sangat dibutuhkan guna memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dengan baik di pasar. Selain itu, stimulus tersebut juga diperlukan untuk menjamin kelancaran jalur distribusi pangan ke berbagai wilayah, sekaligus membantu memitigasi atau menekan kenaikan biaya produksi di sektor swasta. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan potensi lonjakan harga pangan akibat dampak El Nino dan tekanan biaya produksi dapat diredam sebelum membebani masyarakat luas.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

inflasi panganEl NinoBNIBMKG

Berita Terbaru Lainnya

Polisi Tahan Dua Tersangka Kasus Hafalan Al-Qur'an Ditukar Miras di AncolKemnaker Sebut Skill Mismatch Jadi Penyebab Utama Pengangguran TerdidikKualitas Udara Palembang Memburuk akibat Asap KarhutlaIHSG Turun 1,13% Hari Ini, Nyaris Tinggalkan Level 6.300Presiden Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional di Bekasi dan Singgung Pajak KarbonKontroversi Promosi Sponsor The Sounds Project, Hafalan Surah Ad-Duha Berhadiah MirasPeredaran Narkoba di Kampung Bahari Sulit Diberantas Meski Sering DigerebekKPK Geledah Rumah Kabid PUPR Kota Bengkulu dan Sita Dokumen

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap