apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Teknologi

Hubungan Dagang Memanas, China Batasi Ekspor Drone dan Blokir Lembaga Sertifikasi AS

Usat NgajiDiterbitkan 7 Agu 2026 - 19.46 路 5 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Hubungan Dagang Memanas, China Batasi Ekspor Drone dan Blokir Lembaga Sertifikasi AS
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Kementerian Perdagangan China secara resmi mengeluarkan kebijakan baru pada Rabu (5/8) yang melarang organisasi maupun individu di dalam negeri untuk melakukan hubungan bisnis dengan tujuh entitas asal Amerika Serikat (AS). Keputusan ini menandai langkah tegas terbaru dari Beijing di tengah meningkatnya tensi perdagangan global. Selain larangan bisnis tersebut, Beijing juga memperketat kontrol ekspor untuk komoditas drone beserta teknologi terkait lainnya yang ditujukan ke wilayah Amerika Serikat.

Langkah pengetatan ekspor drone ini dilakukan secara terperinci oleh pemerintah China. Pengawasan ekspor drone yang baru ini mewajibkan setiap pengiriman menjalani peninjauan kasus per kasus secara ketat. Pemerintah China juga menegaskan bahwa tidak ada mekanisme perizinan yang dipercepat untuk memfasilitasi ekspor tersebut. Selain itu, peran lembaga-lembaga asal AS dalam melakukan inspeksi sertifikasi wajib terhadap pabrik-pabrik di China kini dibatasi. Secara spesifik, Beijing menangguhkan izin bagi badan-badan yang berbasis di AS untuk melakukan inspeksi pabrik lanjutan di bawah sistem sertifikasi wajib milik Tiongkok.

Tujuh entitas asal Amerika Serikat yang masuk dalam daftar larangan bisnis oleh Kementerian Perdagangan China tersebut meliputi Compliance Testing LLC, Applied DNA Sciences, Stratum Reservoir, Altana Technologies, Responsible Business Alliance, Verit茅 Group, dan Human Rights in China. Pemerintah China menuduh ketujuh entitas AS ini telah memberikan dukungan terhadap sanksi yang dijatuhkan oleh Washington terkait dengan wilayah Xinjiang. Kendati demikian, dalam pengumuman resminya, pihak pemerintah China tidak menyertakan tindakan pembekuan aset ataupun pemberlakuan larangan perjalanan terhadap ketujuh entitas tersebut.

Baca Juga

Bakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan Sitaro

Bakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan Sitaro

Salah satu entitas yang secara khusus disasar oleh Beijing adalah Compliance Testing LLC, sebuah perusahaan pengujian dan sertifikasi yang berbasis di Mesa, Arizona. China memasukkan perusahaan ini ke dalam daftar tindakan balasan karena menuduhnya telah membantu dan mendukung langkah-langkah terbaru dari Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) yang menyasar China. Sebelumnya, pada April lalu, FCC mengadopsi proses peninjauan cepat terhadap perangkat-perangkat yang diuji di laboratorium Amerika Serikat atau laboratorium negara mitranya. FCC juga mengusulkan penghentian pengakuan terhadap laboratorium pengujian serta lembaga sertifikasi yang berada di negara-negara yang tidak memiliki pengaturan timbal balik dengan Washington.

Menurut penjelasan Alfredo Montufar-Helu, selaku Managing Director dari Ankura China, langkah-langkah yang diambil oleh Beijing ini bukanlah keputusan yang mendadak. Ia menyatakan bahwa Beijing telah menghabiskan waktu selama beberapa bulan terakhir untuk membangun dan mempersiapkan perangkat langkah-langkah balasan mereka. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai respons langsung terhadap berbagai pembatasan terbaru yang diterapkan oleh Washington terhadap entitas-entitas China, mulai dari operator telekomunikasi, laboratorium pengujian, drone, router konsumen, kabel bawah laut, peralatan robotika canggih, hingga komponen inverter listrik.

Baca Juga

Indosat, Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA Berkolaborasi Luncurkan Zankore untuk Bangun Infrastruktur AI

Indosat, Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA Berkolaborasi Luncurkan Zankore untuk Bangun Infrastruktur AI

Pihak China juga secara terbuka menyinggung keputusan pemerintah Amerika Serikat pada pekan lalu yang memasukkan lebih dari 40 entitas asal China ke dalam daftar Uyghur Forced Labor Prevention Act. Di sisi lain, ketegangan ini berpotensi terus berlanjut seiring dengan langkah pemerintahan Presiden Donald Trump yang dilaporkan tengah menyusun langkah keamanan nasional untuk melarang impor model baru komponen pusat data asal China, termasuk perangkat optical transceiver.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

perang dagangSanksi EkonomiTeknologi DroneHubungan AS-China

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap