apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Lingkungan

Hanya Ratusan Sumber Air yang Bersih, Komunitas Sungai Jadi Tumpuan Pemulihan Lingkungan

Usat NgajiPublished 28 Jul 2026 - 16.30 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Hanya Ratusan Sumber Air yang Bersih, Komunitas Sungai Jadi Tumpuan Pemulihan Lingkungan
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Data pemantauan kualitas air nasional tahun 2025 menyajikan potret suram bagi masa depan ekosistem perairan di Indonesia. Dari total 6.245 titik pemantauan yang tersebar di 1.926 sungai dan 109 danau, jumlah badan air yang masih memenuhi baku mutu sangat memprihatinkan, yakni hanya 234 lokasi. Sebaliknya, sebanyak 1.801 badan air dinyatakan telah tercemar oleh berbagai aktivitas manusia. Angka-angka ini menjadi sinyal merah bahwa sumber kehidupan masyarakat sedang berada dalam ancaman serius akibat polusi yang tidak terkendali.

Zat pencemar yang mengontaminasi sumber air ini didominasi oleh limbah domestik rumah tangga, aktivitas peternakan, hingga buangan industri. Parameter ilmiah menunjukkan tingginya kadar Biological Oxygen Demand (BOD) serta bakteri koliform di sebagian besar titik pemantauan. Indikator tersebut mengonfirmasi adanya beban polusi organik yang sangat berat. Air yang seharusnya mengalirkan kehidupan justru membawa bibit penyakit dan kerusakan ekologis yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat di sepanjang aliran sungai.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Menghadapi krisis lingkungan yang kian nyata ini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencoba merangkul kekuatan dari akar rumput. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026 yang berlangsung di Wana Wisata Sumber Gempong, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Berlangsung sejak Minggu (27/7) hingga Selasa (29/7), forum ini mempertemukan sekitar 500 pejuang lingkungan yang datang dari 15 provinsi serta 53 kabupaten dan kota di seluruh penjuru tanah air.

Also Read

Kemenangan Telak Atas Kamboja Belum Cukup Bawa Indonesia ke Puncak Grup A

Kemenangan Telak Atas Kamboja Belum Cukup Bawa Indonesia ke Puncak Grup A

Menteri Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa regulasi dan kebijakan administratif dari pemerintah tidak akan pernah cukup tanpa adanya aksi nyata di lapangan. Ia menyebut bahwa komunitas lokal yang hidup berdampingan dengan sungai adalah kunci utama dalam pemulihan ekosistem. Menurutnya, sejarah peradaban manusia selalu meninggalkan jejaknya di aliran sungai, sehingga menjaga sungai sama artinya dengan merawat peradaban itu sendiri. Dalam pertemuan tersebut, Jumhur juga didaulat menjadi ex-officio Dewan Penasihat bagi komunitas sungai nasional untuk memperpendek jarak birokrasi antara aktivis dan pembuat kebijakan.

Upaya penyelamatan ini memang membutuhkan kerja kolaboratif yang terstruktur. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, membagikan pengalaman daerahnya yang telah membentuk tim khusus melalui Surat Keputusan (SK) Patroli Air. Adhy mengakui bahwa kegiatan kerelawanan seperti susur sungai secara berkala belum mampu menyelesaikan masalah secara tuntas. Oleh karena itu, legalitas patroli air diperkuat dengan melibatkan sektor swasta, kalangan akademisi, serta media massa guna menciptakan pengawasan yang lebih ketat terhadap pembuangan limbah.

Also Read

Infantino Bela Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Tengah Tudingan Intervensi Politik

Infantino Bela Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Tengah Tudingan Intervensi Politik

Kendati kolaborasi ini disambut hangat, para aktivis lingkungan yang hadir menuntut adanya komitmen jangka panjang yang konkret. Rahmalinda, perwakilan dari Komunitas Konservasi Air asal Aceh, mengingatkan agar konferensi besar ini tidak berakhir sebagai agenda seremonial belaka tanpa tindak lanjut yang jelas. Harapan besar ditumpukan agar kesepakatan yang lahir di Mojokerto dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata secara konsisten, demi menyelamatkan sisa-sisa air bersih yang masih mengalir di bumi nusantara.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

Kementerian Lingkungan Hidupkualitas airpencemaran sungaikomunitas sungaikonferensi sungai 2026

Berita Terbaru Lainnya

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp 880 Miliar untuk Ribuan Debitur di Jawa TengahTren Mobil Ramah Lingkungan dan Aksesori Pendukung Kian Diminati di IndonesiaSiasat Tiga Musisi Menjaga Keseimbangan Hidup di Era Serba CepatKomisi III DPR Jaring Masukan RUU Perampasan Aset hingga ke Pelosok DaerahPekerja Perempuan ASEAN Hadapi Tantangan Baru Era Digitalisasi dan Kecerdasan BuatanPemerintah Kaitkan Insentif Kendaraan Listrik dengan Proyek Mobil NasionalDestry Damayanti Jamin Kebijakan Moneter Bank Indonesia Tetap Stabil Pasca Mundurnya Perry WarjiyoDestry Damayanti Bahas Stabilitas Ekonomi di Istana Setelah Bertemu Prabowo

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap