Data pemantauan kualitas air nasional tahun 2025 menyajikan potret suram bagi masa depan ekosistem perairan di Indonesia. Dari total 6.245 titik pemantauan yang tersebar di 1.926 sungai dan 109 danau, jumlah badan air yang masih memenuhi baku mutu sangat memprihatinkan, yakni hanya 234 lokasi. Sebaliknya, sebanyak 1.801 badan air dinyatakan telah tercemar oleh berbagai aktivitas manusia. Angka-angka ini menjadi sinyal merah bahwa sumber kehidupan masyarakat sedang berada dalam ancaman serius akibat polusi yang tidak terkendali.
Zat pencemar yang mengontaminasi sumber air ini didominasi oleh limbah domestik rumah tangga, aktivitas peternakan, hingga buangan industri. Parameter ilmiah menunjukkan tingginya kadar Biological Oxygen Demand (BOD) serta bakteri koliform di sebagian besar titik pemantauan. Indikator tersebut mengonfirmasi adanya beban polusi organik yang sangat berat. Air yang seharusnya mengalirkan kehidupan justru membawa bibit penyakit dan kerusakan ekologis yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat di sepanjang aliran sungai.








